Semua Berkas Kandidat Balon Walikota Tangerang tak Lengkap

TANGERANG, SN—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang selesai memverfikasi berkas para bakal calon walikota/wakil walikota Tangerang 2013 pada Sabtu (15/6). Hasilnya, tidak ada satupun pasangan bakal calon walikota/wakil walikota Tangerang memenuhi persyaratan secara lengkap utuh. Baik pendaftar pertama, kedua, ketiga keempat maupun kelima harus kembali memenuhi persyaratan administrasi jika ingin melanjutkan proses pencalonan.

Pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin yang mendaftar pertama kali belum melengkapi berkas pencalonan dengan daftar tim kampanye dan rekening kampanye. Sedangkan pasangan bakal calon yang mendaftar nomor dua yakni pasangan Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto terkendala masalah dalam parpol pengusung. Dari 22 parpol pengusungnya, setidaknya ada empat parpol yang tidak memenuhi syarat (TMS). Parpol tersebut antara lain Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI), selanjutnya adalah Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

”PKDI tidak ada SK pengurus, PPIB dan PPDP pengurusnya tidak menandatangani. Sedangkan PKPB ada pengusungan ganda, dukungan mereka juga buat pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad. Setelah kami telusuri ternyata memang yang sah itu adalah kepengurusan yang mendukung Abdul Syukur,” jelas Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain saat memberikan keterangan pers terkait verifikasi kepada wartawan Minggu (16/6) sore.

Adapun pasangan Deddy S Gumelar (Miing)-Suratno Abubakar, tidak menyertakan fotokopi ijazah. Fotokopi ijazah yang tidak disertakan oleh Miing dan Suratno adalah fotokopi ijazah SD-SMP. “Kami tidak tahu mengapa mereka tidak menyertakan fotokopi ijazah tersebut. Padahal meskipun mereka menyertakan ijazah pendidikan terakhir harusnya juga fotokopi ijazah SMP-SMA harus disertakan, karena kami memverifikasi semuanya,” jelasnya.

Sementara untuk pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad juga terkendala masalah  fotokopi ijazah. “Malah Hilmi Fuad sama sekali tidak menyertakan ijazah, baik SD, SMP maupun pendidikan tingkat akhirnya,” tegasnya.

Adapun pasangan Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar Zulkarnaen tidak memenuhi persyaratan jumlah kursi yang diperoleh. Sebab dari tiga partai yang mengajukan pengusungan yakni PPP, PKNU dan Gerindra, partai terakhir dinyatakan  sudah mendukung pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin. “Berdasarkan hasil verifikasi yang kami lakukan ke DPP, ternyata kepengurusan yang diakui DPP Gerindra adalah kepengurusan Nurhadi-Turidi Susanto. Kepengurusan ini juga telah mendukung pasangan Arief-Sachrudin,” tegasnya.

Rapat pleno sendiri berakhir pada pukul 23. 00 WIB. Syafril menegaskan segala hasil verifikasi tersebut telah diserahkan kepada masing-masing pasangan bakal calon. Terkait adanya pasangan calon yang kurang dalam hal jumlah parpol pengusung, menurut Syafril calon tersebut boleh mengganti pasangannya dengan catatan. “Jumlah kursi parpol pengusungnya mencapai minimal 15 persen,” tegasnya.

Dia menegaskan pihaknya akan menunggu sampai tanggal 29 Juni untuk kandidat yang ingin mengganti pasangannya. “Adapun prosesnya adalah sama ketika dia mendaftar seperti pertama kalinya. Harus ada Ketua DPC dan Sekretarisnya,” jelasnya. Sedangkan untuk kandidat yang tidak perlu mengganti pasangan calon akan ditunggu sampai 22 Juni.

Terpisah, Ahmad Marju Kodri yang dikonfirmasi mengenai hasil verifikasi mengakui adanya kekurangan partainya. “Ya ada partai saya yang belum diverifikasi oleh KPU dan kurang 2.000 suara. Besok pun saya siap memenuhinya,” katanya saat dihubungi koran ini semalam.

Namun katanya jika terjadi skenario lain, dalam hal ini harus harus berkolaborasi dengan pasangan lain, maka hal itupun siap dia lakukan. “Sampai saat ini sih saya tetap dengan Pak Gatot, tapi kalau kemudian memang saya harus berkolaborasi dengan kandidat lain, saya siap,” jelasnya. (made/deddy/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.