Bola Liar Hanura di Tangan KPU

TANGERANG, SNOL Siapa diantara 2 pasangan bakal calon walikota /wakil walikota Tangerang yang terbukti mendapatkan dukungan sah dari Partai Hanura, akan diketahui pada 13 Juli mendatang.
Saat melengkapi berkas pencalonan pada Jumat (21/6) lalu, pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar Zulkarnaen yang sebelumnya diusung PPP dan PKNU juga membawa perahu politik baru, yakni Partai Hanura. Surat rekomendasi pengusungan atas nama pasangan HMZ-Iskandar adalah SK DPP No.SKEP/B/683/ DPP-HANURA/VI/2013 tanggal 18 Juni.
Sebelumnya berdasarkan hasil verifikasi KPU pada tanggal 15 Juni lalu, KPU Kota Tangerang memutuskan pasangan HMZ-Iskandar kekurangan suara pengusung lantaran Gerindra yang sempat disertakan ternyata oleh KPU divonis milik pasangan lain. Padahal, kala itu jika hanya mengandalkan PPP dan PKNU, maka jumlah kursi pengusung hanya mencapai 6, dari 8 syarat minimal. Adapun Partai Gerindra punya 5 kursi. Hanura sendiri memiliki 2 kursi di parlemen.
Selain membawa rekomendasi Hanura, HMZ juga didampingi pengurus DPC yakni Ketua DPC Hanura Kota Tangerang, Eddy Mahfudin, Sekretaris DPC Arif Fadilah serta puluhan pendukungnya.
“Kami terima perbaikan berkas-berkas pencalonan dari bakal calon walikota-wakil walikota HMZ-Iskandar,” terang anggota KPU Edi S Hafas.
Sehari sebelumnya, bakal calon walikota Ahmad Marju Kodri (AMK) juga menyerahkan berkas dukungan ke KPU. Ahmad Marju Kodri juga telah menyerahkan berkas perbaikan. Jumlah suara yang diperoleh AMK saat pengembalian berkas perbaikan adalah 112.482. Jumlah itu termasuk suara dari Partai Hanura yang memperoleh 35.591. AMK direkomendasikan dari Hanura dengan SK nomor SKEP/B/671/DPP-HANURA/V/2013.
“Kami tidak ikut urusan partai, mau siapa yang maju silahkan saja. Asalkan memenuhi syarat, karena kami hanya memutuskan saja berdasarkan persyaratan yang diserahkan,” terang Ketua KPU Kota Tangerang, Syafril Elain. Dia juga mengatakan masih akan memverifikasi dan meneliti ulang berkas para kandidat.
Ditanya adanya kemungkinan akan terjadinya ‘keramaian’ terkait ancaman AMK ketika Hanura berpaling dari dirinya? Syafril tidak mau berkomentar banyak. “Sekali lagi itu urusan partai, bukan kita. Kalaupun aksi mereka mengarah ke KPU itu berarti salah alamat,” tegasnya.
Berdasarkan tahapan, Sabtu (22/6) adalah hari terakhir penyerahan berkas. Sedangkan bagi bakal calon yang akan berganti pasangan ada kesempatan sampai 29 Juni 2013. Setelah itu pada tanggal 30 Juni-13 Juli adalah penelitian ulang kelengkapan dan perbaikan persyaratan sekaligus pemberitahuan hasil penelitian ulang. Dengan demikian, sebagaimana saat memutuskan keabsahan Gerindra, masalah Hanura akan kembali berpulang ke KPU.(made/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.