Gara-gara Sering Diejek, Ibu Bunuh Bayinya

CIPUTAT, SNOL Misteri kematian Fani Setiawan Cantika, bayi berusia 43 hari akhirnya terungkap. Dewi Sartika (23), ibu kandung korban adalah pelaku tunggal pembunuhan terhadap anak semata wayangnya itu.
“Pelaku merasa sakit hati, karena kerap diejek memiliki bayi di luar nikah,” kata Kapolsek Ciputat, Kompol Alip, Minggu (23/6).
Meski demikian, lanjut Ka polsek, pengakuan Dewi Sartika tersebut masih akan didalami. Hal itu guna mengantisipasi kemungkinan adanya motif lain di balik peristiwa sadis tersebut.
Dari pengakuan tersangka, terungkap bayi malang itu tewas ditenggelamkan ke dalam ember atau tempayan berisi air di belakang rumah kontrakan tersangka, di Jalan Haji Saiyan, RT 02/01 No 3 Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Kamis (20/6) lalu.
Lalu, siapa yang mengirimkan SMS berbunyi ancaman kepada Chaerudin kakak kandung Tika? Kapolsek mengaku menemukan dugaan jika pengirim pesan singkat tersebut adalah pelaku sendiri. “Kita sempat menggeledah rumahnya, dan ditemukan hape merek Cross warna putih, namun kartunya sudah dibuang oleh pelaku di got belakang rumahnya,” ungkapnya.
Tidak hanya hape cross warna putih yang diamankan sebagai barang bukti, namun juga ditemukan kardus Blackberry kosong yang berada di atas lemari pakaian.
Ade (21), tetangga pelaku mengatakan, Dewi Sartika merupakan sosok yang tertutup, dan jarang berkomunikasi masalah yang dihadapinya. Meski demikian, pelaku juga kerap nongkrong sama teman-temannya di depan gang rumahnya.
“Kartika kurang sosialisasi dengan lingkungan sekitar, biasanya sering kerja sebagai telent atau event produk,” ungkapnya.
Ade sempat menceritakan kedekatan Kartika dengan Ikhsan. Kedekatan keduanya sempat putus di tengah jalan, namun kembali lagi karena mengetahui Kartika sudah mengandung janin Ikhsan.
Setelah nikah, ternyata Ikhsan yang merupakan buruh pabrik di Bekasi sudah menikah dan mempunyai anak. Tidak hanya sudah memiliki istri, Ikhsan yang berpenghasilan kecil, hanya mampu membiayai Kartika per minggunya sebesar Rp 20 sampai 50 ribu saja.
Syndrom Baby Blues
Psikolog dari UIN Syarif Hodayatullah Ciputat, Zahrotun Nihayah mengatakan, pembunuhan yang dilakukan oleh Dewi Sartika terhadap anak kandungnya sendiri, lebih kepada rasa ketidaksiapannya untuk berperan sebagai seorang ibu.
“Terlebih dia hamil di luar nikah, ada ketidaksiapan secara mental untuk menjadi seorang ibu,” ujar Zahrotun saat dihubungi Satelit News, tadi malam.
Menurut dia, perasaan kalut, malu, dan tidak diterima oleh keluarga dan lingkungan, serta rasa bersalah, bisa menjadi faktor lain. Selain itu ada pula indikasi syndrome baby blues. Yakni rasa ketidaksiapan seorang wanita untuk menjadi seorang ibu.
Pada indikasi ini, jelasnya, tidak hanya diderita wanita yang hamil di luar nikah saja, melainkan terhadap seorang wanita yang menikah secara wajar.
“Tapi indikasi yang satu ini hanya dokter saja yang bisa memastikan si ibu ini terkena syndrome baby blues atau tidak,” ujarnya. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.