Calhaj Banten yang Dipangkas Diputus Jumat Depan

BANTEN, SNOL Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten bakal mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan calhaj yang gagal berangkat akibat pengurangan kuoata tahun ini pada Jumat (28/6) mendatang.
“Nanti hari Jumat akan disampaikan semuanya, sekarang masih dalam pembahasan,” kata Kepala Kanwil Kemenang Banten, Iding Mujtahidin kepada Satelit News, kemarin (24/6).
Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang, HM Nawawi mengatakan, pengumuman itu sesuai dengan hasil rapat bersama Kementrian Agama beberapa waktu lalu. “Kami masih menunggu hasil rekapitulasinya dari 1.700 kuota haji asal Provinsi Banten yang dipangkas. Kemungkinan tanggal 28 Juni akan segera diumumkan,” terangnya, Senin (24/6).
Menurut Nawawi, ada tiga indikator yang bisa dilakukan untuk memangkas kuota calon jamaah haji 2013 ini. Pertama dari urutan porsi termuda, kedua dari calon jamaah yang sudah terdaftar secara administrasi pernah melaksanakan haji, dan ketiga adalah bagi para calon jamaah berusia lanjut, sekitar 75 tahun ke atas.
“Jika berdasarkan data calhaj Kota Tangerang 2013, untuk yang berusia lanjut tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 10-20% saja. Oleh karena itu, kami akan fokus pada pemangkasan kuota dari urutan porsi termuda,” jelasnya.
Setelah hasil rekapitulasi tersebut diumumkan, secara otomatis sejumlah keberangkatan biro haji harus segera melakukan sosialisasi kepada calon jamaah haji yang kemungkinan tidak berangkat tahun ini.
Latifah, salah seorang pengurus biro keberangkatan Haji Alfitrah yang berlokasi di Poris Plawad, mengaku sudah memberikan pengertian kepada calon jamaahnya sejak adanya informasi pemangkasan kuota haji.
“Kalau untuk jadwal manasik, pelatihan di kecamatan dan lain-lainnya sudah kami jalankan. Di samping itu, saya juga terus memberikan pengertian kepada calon jamaah soal pemangkasan kuota haji ini. Dan alhamdulillah, mereka mengerti. Tinggal menunggu saja keputusan dari Kemenag,” jelasnya.
Latifah juga tidak memungkiri jika dari 36 calon jamaah haji yang akan dibawanya, sebagian dari mereka sudah mulai merasa resah. “Saya maklum. Apalagi yang sudah berusia lanjut,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Agus Salim meminta para calhaj Tangsel tidak resah terkait kebijakan pengurangan kuota haji oleh pemerintah Arab Saudi pada musim haji tahun ini. “Sebelum ada putusan atau arahan lebih lanjut, kami minta jamaah tidak usah resah,” ungkapnya.
Kuota untuk calon jamaah haji Kota Tangsel di 2013 sebanyak 1.480. Meskipun pemerintah pusat sudah mengumumkan adanya pengurangan calhaj, namun pihaknya belum mengetahui berapa calhaj yang bakal di kurangi.
Terpisah, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Tangerang, Musa Hidayat mengatakan, terkait adanya pemangkasan kuota haji pihaknya belum bertindak lebih jauh. Sebab keputusan secara administrasi belum diterima olehnya.
“Kami belum menerima surat terkait pemangkasan kuota. Jadi kami belum tahu berapa kuota dan langkah untuk menyikapi pemangkasan kuota tersebut,” tegasnya.
Harus Transparan
Penasehat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Tangsel, KH Saidi meminta Kemenag Banten transparan dalam mengelola data calon jamaah haji yang batal berangkat imbas pengurangan kuota dari pemerintahan Arab Saudi.
Transparansi diperlukan untuk menghindari adanya praktek kecurangan dalam pemangkasan kuota haji tersebut. Karena bicara haji, maka kita bicara soal ibadahnya umat muslim. Jangan sampai nantinya ada yang memanfaatkan moment atau melakukan kecurangan,” kata KH Saidi saat dihubungi Satelit News, tadi malam.
Ketua MUI Kota Tangsel ini menghimbau kepada calhaj yang belum berkesempatan berangkat tahun ini harus lebih sabar dan lapang dada. Hal ini karena kesalahan bukan terjadi pada pemerintahan Indonesia, melainkan langsung dari pemerintahan Arab Saudi. “Saya berharap kepada pada calhaj yang gagal berangkat tahun ini harus lebih sabar, karena kalau dipaksakan dikhawatirkan akan terjadi pembludakan,” jelasnya.
Saidi berjanji akan terus mengawal proses pemangakasan calhaj di Banten hingga datanya dikeluarkan dari Kementerian Agama. “Kita harus sama-sama mengawal proses ini sampai selesai. Karena bicara ibadah gak bisa ditolerir. Harus benar-benar murni dan transparan. Jangan sampai niat suci beribadah haji harus ternodai perlakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (kiki/pramita/aditya/bagas/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.