Ini Alasan Jokowi Naikkan Tarif Angkutan 50 Persen

JAKARTA,SNOL Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sepakat menaikkan tarif angkutan umum sebesar 50 persen. Persentase ini jauh lebih besar dari yang ditetapan Pemerintah Pusat dengan 15 persen.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai perbedaan ini wajar. Pasalnya, situasi di Jakarta berbeda dengan kota-kota lain.
“Mungkin ini kan hitungan di daerah dan Jakarta berbeda,” kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/6).
Salah satunya mengenai rasio penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Menurut Jokowi, penggunaan BBM di Jakarta jauh lebih besar dibanding daerah lain.
Hal ini disebabkan kemacetan yang selalu terjadi di jalanan ibu kota. Akibatnya, pengguna kendaraan di Jakarta harus menghabiskan lebih banyak bahan bakar dibanding wilayah lain.
“1 kilometer di sini 1 liter. Di daerah mungkin hanya setengah liter. Bedanya disitu, rasio penggunaan berbeda,” terang mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan bahwa tarif baru yang akan segera diberlakukan jauh lebih kecil nilainya dibandingkan dengan usulan pihak organda. Hal ini dapat terjadi karena pihak pemprov memberikan sejumlah insentif kepada pihak pengusaha angkutan umum.
“Ajuan organda ada yang 165 persen, 80 persen. Kalau nggak saya beri insentif, itu nggak turun,” ujarnya.

Penetapan tarif disepakati dalam pertemuan antara Pemprov DKI, Organda, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Para pihak tersebut menyepakati kenaikan tarif sebesar 50 persen. Hanya saja, tarif tersebut belum diberlakukan saat ini.
Jokowi mengatakan bahwa kenaikan tarif tersebut harus disahkan lebih dahulu oleh DPRD dalam bentuk peraturan daerah (perda). “Ini nanti besok akan langsung kita ajukan ke DPRD terlebih dahulu,” ujar Jokowi.
Selain tarif baru, Jokowi juga akan mengusulkan sejumlah kompensasi bagi pengusaha angkutan umum kepada DPRD DKI. Antara lain penghapusan retribusi uji KIR dan retribusi ijin trayek serta peningkatan fasilitas terminal.
Sementara untuk angkutan umum lainnya seperti taksi, menurut Jokowi, belum diputuskan kenaikan tarifnya. “Yang bukan ekonomi, diserahkan kepada mekanisme pasar. Kalau memang terlalu tinggi tidak akan naik,” terang mantan Wali Kota Surakarta ini.
Lebih lanjut Jokowi mengaku belum dapat memastikan kapan tarif baru akan resmi berlaku. Menurutnya, semua itu tergantung dari keputusan DPRD DKI. “Tergantung dewan dong. Masak saya bilang besok, kalau nggak rampung kan repot. Lusa, lusa belum rampung gimana? Kan bukan wilayah saya,” pungkasnya. (dil/jpnn)
ini rancangan tarif baru angkutan umum di DKI Jakarta:
– Bus kecil (mikrolet) dari Rp2000 menjadi Rp3000
– Bus sedang (kopaja, metromini) dari Rp2000 menjadi Rp3000
– Bus besar reguler (patas) dari Rp2000 menjadi Rp3000
– TransJakarta dan Patas AC dari Rp3500 menjadi Rp5000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.