Polisi Ringkus 121 Pemakai dan Pengedar Narkoba

TIGARAKSA,SN— Sejak bulan Januari 2013 sampai dengan Juni ini Satreskrim Narkoba Polres Kota Tangerang berhasil menangkap 121 tersangka pemakai dan pengedar Narkoba di wilayah hukumnya. Tingginya kasus penyalahgunaan Narkotika membuat Satnarkoba kerja ekstra dalam membongkar sindikat dan peredaran barang haram tersebut.

“Sejak Januari hingga bulan ini ada 105 laporan yang kami terima terkait penyalahgunaan Narkoba. Hasilnya kami berhasil menangkap 121 tersangka penyalahgunaan Narkotika, dengan rincian 78 orang adalah pemakai dan pengedarnya 43 orang,” kata Wakasat Narkoba Polresta Tangerang AKP Wempy kepada Satelit News saat memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Rabu (26/6).

Dari hasil penangkapan itu ditemukan barang bukti dengan total ganja sebanyak 5824,8 gram, shabu sebanyak 117,7 gram dan inex 1 butir. Jumlah ini cukup banyak dan membuktikan tingkat penyalahgunaan narkoba atau narkotika di wilayah hukum Polresta Tangerang masih tinggi.

Guna menekan kasus penggunaan barang haram tersebut polisi gencar melakukan sosialisasi ke segala lini, termasuk penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat. “Kami menghimbau kepada orang tua agar turut serta mengawasi putra putrinya, terutama dalam pergaulan di lingkungan mereka. Kami berharap tidak ada lagi korban Narkoba,” tandasnya.

Ditanya soal posko wajib lapor pecandu Narkoba yang didirikan di Mapolres Kota Tangerang, AKP Wempy mengatakan sepertinya kurang diminati. Padahal Posko gratis ini dibuka sejak awal Juni lalu.

            “Sampai saat ini masih sepi peminat, entah kenapa mungkin takut melaporkan diri. Padahal di spanduk sosialisasi yang kami pasang sudah jelas, bagi pecandu Narkoba yang melaporkan diri tidak akan diproses secara hukum serta mendapat rehabilitasi dan tidak dipungut biaya,” tukasnya.

Menurutnya, posko wajib lapor pecandu Narkoba tersebut sangat bermanfaat bagi pecandu yang ingin perubahan. Seharusnya program seperti ini mendapat respon positif dari masyarakat khususnya pecandu Narkoba. “Karena kami kirim orang yang ketergantungan dan keluar lagi setelah direhab menjadi orang sehat,” tegasnya.

Meski tidak ada jaminan dalam program ini, namun yang terpenting pecandu tersebut melaporkan diri ke Posko bahwa dia ketergantungan. Selanjutnya dikirim untuk direhabilitasi. “Soal penempatan di panti rehabilitasi mana itu ranahnya Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menentukan,” paparnya.

Di wilayah hukum Polres Kota Tangerang masih terdapat pecandu Narkoba dari beragam kalangan. Sebagai bukti, Wempy mencontohkan, beberapa pekan lalu polisi berhasil mengamankan tiga bandar narkotika jenis ganja di Perumahan Binong Permai, Kecamatan Curug. Ketiga pelaku berinisial CB (21), WA (17), dan YS (18) ini merupakan pemasok barang haram dalam satu komplek perumahan.

“Perumahan Binong merupakan salah satu target operasi kami. Penangkapan terhadap tersangka berkat informasi masyarakat,” tukasnya.

Kasat Narkoba Polres Kota Tangerang I Gede Gotia menambahkan, setelah meringkus CB, pihaknya kemudian mengembangkan kasus tersebut, sehingga berhasil meringkus WA dan YS. Dari tangan ketiganya, polisi menyita 1 ons 29 gram ganja kering siap edar. Atas perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Undang-undang Nakotika Nomor 35 tahun 2009 Pasal 111, subsider 114 KUHP dengan ancaman kurungan 20 tahun. “Mereka saling mensupport, apabila CB kehabisan stock ganja, dia pasti komunikasi dengan WA dan CB,” pungkasnya.

Terkait pendirian posko wajib lapor pecandu narkoba ini, Wempy menambahkan, pendirian tersebut dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 67 tanggal 1 Juli 2013 dan Hari Anti Narkotika International tanggal 26 Juni. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.