Fathanah Siap Dipertemukan Wanita Cantik di Persidangan

JAKARTA,SNOL Nama sejumlah perempuan cantik hilir mudik dalam pusaran kasus yang menjerat Ahmad Fathanah. Maharani Suciyono, Vitalia Shesya, Ayu Azhari, Dewi Kirana, Tri Kurnia Rahayu dan Sefti Sanustika.
Fathanah pun sudah siap jika para perempuan yang kecipratan uang dari orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu bakal dihadirkan di persidangan. Terdakwa perkara suap pengurusan kuota impor daging dan tindak pidana pencucian uang itu siap buka-bukaan di persidangan.
“Nanti kita lihat lebih lanjut. Kita hadapi aja apa yang harus menjadi itu. Enggak ada masalah, apa benar apa tidak tidak, kita enggak tahu yah,” ujar Fathanah usai menjalani sidang pembacaan nota keberatannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta,¬† Senin, (1/7).
Fathanah juga meminta dukungan dari rekan-rekannya agar bisa menghadapi sidang yang dijalaninya. Ia mempersilakan semua saksi memberikan keterangan dan dibuktikan di persidangan.
“Masalah materi nanti kita lihat saja di persidangan,” katanya sambil tersenyum.
Sebelumnya, terdakwa dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang itu, menuding dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi tak jelas. Tudingan itu disampaikan melalui eksepsi (nota keberatan) yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/7).
Anggota tim penasihat hukum Fathanah, Yudha Adrian saat membacakan eksepsi menyatakan, dakwaan JPU KPK tidak merinci kaitan suap antara uang dari PT Indoguna untuk Luthfi Hasan Ishaaq. Menurut Yudha, JPU tidak memberi penjelasan bahwa Fathanah memang diperintahkan Luthfi untuk menerima uang suap dari Juard Affendi dan Arya Abdi Effendi, direktur di PT Indoguna Utama.
“Jaksa tidak menerangkan apakah¬† perbuatan terdakwa (Fathanah) dilatarbelakangi perintah Luthfi atau tidak,” ungkap Yudha.
Tak hanya sampai di situ, Yudha juga menyatakan bahwa JPU KPK tak menguraikan permintaan uang kepada Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman, dilatari permintaan bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, sebagai penyelenggara negara.
Bahkan, surat dakwaan KPK terhadap Fathanah juga tidak menguraikan apakah Menteri Pertanian, Suswono, benar-benar mengeluarkan izin penambahan kuota impor daging sapi atau tidak. Karenanya Fathanah meminta majelis hakim menolak dakwaan JPU KPK.
Sebelumnya Fathanah didakwa menjadi kuris suap bagi Luthfi. Selain itu, Fathanah juga didakwa teah melakukan tindak pidana pencucian uang karena tidak punya profesi tetap tapi punya kekayaan yang tak sesuai profilnya.(flo/boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.