6 Pejabat Kesra Banten Diperiksa, Dugaan Korupsi Dana Bansos

TIGARAKSA,SNOL Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa bergerak cepat mengusut dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Rp 500 juta di Yayasan Al-Moqarobah, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Usai menggeledah Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Banten di KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (3/7), Kejari memeriksa enam pejabat Biro Kesra.
“Setelah dilakukan penggeledahan kami melanjutkan dengan meminta keterangan dari 6 orang pejabat Kesra di bidang evaluasi. Sebab mereka yang bersentuhan langsung dengan penyaluran dana tersebut,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Tigaraksa, Ricky Tommy Hasiholan kepada Satelit News di ruang kerjanya kemarin.
Keenam pejabat Kesra Banten yang dimintai keterangan tersebut dari tim evaluasi dana Bansos, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keagamaan dan Kasubag Pendidikan.
Pemeriksaan yang digelar secara marathon tersebut berlangsung lebih dari lima jam dilakukan secara bergantian oleh penyidik Pidsus. Keenam pejabat tersebut terlihat sibuk meladeni setiap pertanyaan yang disampaikan penyidik.
“Kami belum bisa mengungkapkan apa saja yang ditanyakan dan berapa banyak pertanyaan yang ditanyakan. Termasuk identitas dari terperiksa belum bisa kami ungkapkan,” kata Ricky.
Ditanya apakah sudah ada calon tersangka dalam kasus ini, Ricky menegaskan hal itu masih terlalu dini. Saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan keterangan sebagai saksi dari pegawai Kesra.
“Sementara masih fokus pemeriksaan di Biro Kesra, setelah itu mungkin baru lanjut ke pengelola yayasan. Berapa banyak dan sampai kapan belum bisa dipastikan, nanti kalau sudah ada tersangkanya kami sampaikan,” tandas Ricky yang baru tiga hari menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Tigaraksa ini.
Ricky mengungkapkan, awal penyidikan kasus dugaan korupsi ini berasal dari laporan masyarakat. Dijelaskannya, uang bansos sebesar Rp 500 juta untuk hibah sarana dan prasarana tahun 2012 bagi Yayasan Al-Moqarobah, Kecamatan Panongan dari Biro Kesra tidak sepenuhnya digunakan sesuai proposal yang diajukan. “Dugaannya sebagian uang dari Rp 500 juta itu digunakan untuk kepentingan pribadi dari masing-masing pengurus yayasan tersebut,” jelasnya.
Ditanya berkas apa saja yang diamankan dari kantor Biro Kesra Provinsi Banten, Ricky mengatakan, sebagian berkas yang berkaitan dengan alokasi dana ke yayasan tersebut sudah didapatnya.
“Sebagian berkas kami temukan di kantor tersebut, yang jelas kaitannya sama alokasi Bansos tersebut. Detailnya belum bisa saya ungkapkan karena masih proses pemeriksaan,” tukasnya.
Jika dari hasil pemeriksaan ini keenamya terbukti ikut terlibat dan menikmati dana Bansos tersebut, tidak menutup kemungkinan statusnya bisa ditingkatkan menjadi tersangka. “Saat ini mereka masih saksi. Kalau memang mereka terbukti bermain, maka kami bisa saja menetapkannya sebagai tersangka. Kita tunggu saja,” pungkasnya.(aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.