Dua Petinggi Kampus UNJ Divonis Bui 1,5 Tahun

JAKARTA,SNOL Purek III Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr. Fachrudin Arbah, M,Pd dan dosen UNJ Ir. Tri Mulyono, MT divonis penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.
Keduanya terbukti menyalahgunakan kewenangan dan menguntungkan Permai Group, perusahaan milik mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin, dalam proyek pengadaan laboratorium di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2010.
“Menyatakan terdakwa Fachrudin secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider, melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Ketua Majelis Hakim, Pangeran Napitupulu membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/7) malam.
Sidang digelar terpisah. Fachrudin duluan, Tri Mulyono setelahnya. Menurut hakim, Fachrudin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tri Mulyono selaku ketua panitia pengadaan atau lelang dinyatakan bekerjasama dengan staf dan Direktur Pemasaran Grup Permai, Melia Rike dan Mindo Rosalina Manulang untuk mengatur PT Marel Mandiri menjadi pemenang lelang proyek pengadaan laboratorium di UNJ.
Oleh karenanya tindakan keduanya, negara dirugikan atau menguntungkan Permai Grup Rp 5.175.241.326,92. Itu diperoleh dari selisih uang yang dikeluarkan UNJ sebesar Rp 15,265 miliar dengan biaya riil pembelian alat laboratorium sebesar Rp 10,8 miliar.
Tetapi, terhadap keduanya tidak dibebankan dengan pidana tambahan. Padahal keduanya, terbukti menerima masing-masing Rp 20 juta.
“Kedua terdakwa telah terima uang Rp 20 juta. Maka uang ini yang harus dibebankan kepada terdakwa sebagai uang pengganti. Tetapi, karena sudah dikembalikan oleh UNJ melalui saksi Dedy, maka unsur ini tidak terpenuhi dalam putusan ini,” kata Joko.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tidak jauh berbeda dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung. Fachrudin Arbah dan Tri Mulyono sebelumnya dituntut dengan pidana penjara selama 1,5 tahun dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, keduanya dikatakan bersalah melakukan korupsi dalam proyek pengadaan laboratorium di UNJ pada rentang waktu 5 Januari sampai 15 Desember 2010.
“Menuntut. Supaya majelis hakim menjatuhkan putusan kepada terdakwa Tri Mulyono dan Fachrudin Arbah dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitri Zulfahmi beberapa waktu lalu.
Keduanya dianggap melanggar dakwaan subsider, yakni melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.(dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.