Tiga Balon Wakil Walikota Tangerang Juga Nyaleg

TANGERANG, SNOL Tiga bakal calon (balon) wakil walikota Tangerang rupanya tidak hanya mengadu nasib di Pilkada saja.  Mereka juga mencoba peruntungan ke kursi legislatif.
Bahkan nama-nama calon orang nomor dua itu juga sudah nongol dalam daftar caleg sementara (DCS). Mereka adalah, Ketua DPD PAN Kota Tangerang Suratno Abubakar yang masuk DCS tingkat Provinsi Banten dari daerah pemilihan (dapil) Banten 5 (Kota Tangerang A).
Lalu ada nama Ketua DPC Kota Tangerang, Iskandar Zulkarnaen. Seperti Suratno, Iskandar juga maju dari dapil yang sama. Tak cuma soal dapil dan posisi di pencalonan wakil walikota yang sama, ternyata keduanya juga sama-sama bertengger di urutan teratas alias nomor satu.
Nama bakal calon wakil walikota lain yang juga masuk dalam DCS adalah nama Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Hilmi Fuad. Nama Hilmi yang kini juga sebagai legislator Provinsi Banten malah masuk dalam DCS untuk tingkat Kota Tangerang dari Dapil IV (Pinang dan Cipondoh).
Iskandar yang dikonfirmasi tentang pencalegannya membenarkan namanya masuk dalam DCS. Dia juga mengaku tidak bermasalah dengan pencalegannya.
“Enggak masalah, kalau untuk pencalegan itu kan pada 4 April 2014, sementara untuk Pilkada pada tanggal 31 Desember,” terangnya kepada Satelit News kemarin.
Dia juga merasa tidak kerepotan ketika harus berkonsentrasi di dua pemilu yang berbeda. “Masih ada tim saya yang nanti bergerak dan yang penting itu tidak melanggar aturan,” tegasnya. Namun begitu, Iskandar mengaku jika terpilih dalam Pemilukada nanti, dirinya siap me-ninggalkan pencalegannya.
Senada dengan Iskandar, Ketua DPD PAN Kota Tangerang Suratno Abubakar juga mengaku tetap akan meneruskan pencalegannya. “Biarkan saja, toh itu tidak bertentangan dengan undang-undang,” terangnya.
Pasangan Miing itu juga mengaku dengan rentang cukup panjang antara kedua Pemilukada tersebut energinya tidak akan terkuras. “Masih bisa dijalani,” ujarnya ketika bertandang ke kantor koran ini pada Selasa (2/7) sore.
Demikian halnya Hilmi Fuad. Namun perihal ini pasangan Abdul Syukur tersebut lebih memilih menyerahkannya kepada DPW. “Untuk hal itu, silahkan tanya Pak Bonnie (Sekretaris DPW PKS Banten-red),” ujarnya ketika dikonfirmasi melalui SMS.
Bonnie Mufidjar yang dihubungi koran ini menegaskan, nama Hilmi diajukan sebagai caleg sebelum tahapan Pemilukada dimulai. “Itu memang haknya Pak Hilmi untuk dicalonkan sebagai caleg,” ujar Bonnie.
Bonnie lebih jauh mengungkapkan, pihaknya juga sama sekali tidak merasa terbebani ketika kadernya harus maju dalam dua pemilu berbeda. “Saya kira baik maju di Pemilukada maupun Pileg merupakan sebagai bagian dari upaya mengkampanyekan partai juga, jadi tidak masalah,”Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang itu.
Ketika disinggung mengapa saat ini Hilmi yang masih menjadi anggota DPRD Provinsi Banten malah dicalonkan ke tingkat Kota Tangerang, menurut mantan calon wakil walikota 2008-2013 tersebut, hal itu lantaran Hilmi merupakan ketua partai tingkat Kota Tangerang. “Banyak juga yang seperti itu di PKS, bukan Pak Hilmi saja,” jelasnya.
Seperti halnya dua kandidat di atas, menurut Bonnie, PKS juga mewajibkan kadernya jika menang dalam Pemilukada untuk mengundurkan diri dari pencalegan. “Itu memang ketentu-annya,” tegasnya.
Mekanisme pencalonan ke kursi legislatif di tubuh partai pimpinan Anis Matta itu, kata Bonnie melalui beberapa tahapan. “Yang pertama di tingkat bawah PKS digelar yang namanya pemilu raya. Nah, di sini dipilih siapa saja yang berhak maju dan dicalonkan. Setelah nama tersaring barulah nama-nama itu dibawa ke DPW untuk selanjutnya dibawa ke DPP,” tegasnya. Setelah nama-nama itu mendapat persetujuan DPP barulah diumumkan kembali di tingkat bawah. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.