Klarifikasi dari DPP Hanura Paling Lambat 12 Juli

TANGERANG, SNOL KPU Kota Tangerang masih melakukan proses verifikasi faktual terhadap keabsahan berkas pencalonan yang sudah dilengkapi pasangan kandidat walikota/wakil walikota Tangerang beberapa waktu lalu.
Adapun berkas yang telah selesai diverifikasi adalah terkait masalah pendidikan. “Kalau untuk verifikasi masalah pendidikan semua sudah beres. Dan tinggal menyusul hal lainnya,” terang Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain kepada Satelit News semalam.
Adapun soal keabsahan posisi Partai Hanura, pihaknya pun telah mengirimkan surat kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Sudah disampaikan, tinggal tunggu klarifikasinya,” kata Syafril.
Sampai kapan akan ditunggu? “Secepatnya, paling lambat tanggal 12 Juli atau sehari sebelum pelaksanaan pleno verifikasi tahap akhir,”kata mantan Ketua Panwaslu Kota Tangerang ini.
Hal lain yang masih belum beres proses verifikasinya adalah masalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Mengenai hal ini Syafril mengaku, pihaknya masih belum berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU).
Sedangkan terkait keamanan saat digelarnya rapat pleno pada 13 Juli mendatang, Syafril menyerahkan pengamanan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. “Yang jelas, itu polisi yang tahu. Kita hanya berkoordinasi saja,” terangnya.
Terpisah, Kepala Bagian Humas Polres Metro Tangerang Kota, Komisaris Haru Manurung yang dikonfirmasi terkait pengamanan pada 13 Juli mendatang masih melihat situasi. “Kalau untuk tanggal 13 kita masih melihat situasi. Kita tugaskan Intel untuk mengamati kondisi yang terjadi. Kalau memang diperlukan penambahan pasukan maka akan kita lakukan,” tegasnya.
Haru menambahkan, pada situasi normal, pihaknya akan menerjunkan 10 personel, namun bila situasi sudah tidak kondusif makan akan ditambahkan pasukan sekitar 30 orang lagi,” terangnya.
Sebagaimana diketahui terkait dualisme Hanura, bakal calon walikota Ahmad Marju Kodri (AMK) sempat mewanti-wanti akan terjadi ‘keramaian’ bila kemudian partai besutan Wiranto itu berpaling dari dirinya. “Saya belum menyatakan menyerah dan masih dalam proses. Kalau benar Hanura mengalihkan dukungan, maka jangan salahkan bila kemudian terjadi keramaian di Kota Tangerang,” terangnya kala itu. AMK sendiri enggan memberi keterangan gamblang soal keramaian yang dimaksud. “Yang jelas akan terjadi kekhawatiran pada pendukung saya. Bisa saja bikin ‘dangdutan’,” tegasnya.(made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.