Perlu Ada TPS di Bandara dan Terminal

JAKARTA,SNOL Permasalahan yang dihadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 lalu diperkirakan akan sama dengan Pemilu 2014 mendatang. Terutama terkait tingkat kepedulian pemilih untuk memberikan hak suara.
Menurut mantan Komisioner KPU, Andi Nurpati, dari fakta yang ia temukan di lapangan, hingga saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui apakah dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. Kekurangpedulian terutama dari masyarakat kelas menengah ke atas.
“Saya sudah berkeliling di beberapa tempat di Jakarta, saya tanya apakah sudah terdaftar atau sudah terdata dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS)? Mereka nggak bisa jawab. Jadi ini fakta, bahwa banyak masyarakat yang belum peduli. Mereka belum mencari tahu apakah haknya sudah terpenuhi. Biasanya pada hari pencoblosan masyarakat baru sadar, sudah terdaftar atau belum. Padahal tahapan sudah dilakukan jauh sebelumnya,” ujar Andi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (5/7).
Permasalahan lain, tingginya mobilitas masyarakat menurut Andi juga diperkirakan memengaruhi jumlah pemilih nantinya.
“Misalnya di data bulan, tapi ternyata bulan depan yang bersangkutan pindah ke luar negeri atau pulang ke kampung halaman. Dengan e-KTP memang saya yakin akan memerbaiki kondisi Pemilu 2014. Tapi saya tidak yakin betul apakah KPU dapat data yang riil,” katanya.
Andi mengusulkan dua hal. KPU menurutnya perlu memikirkan untuk membuka Tempat Pemungutan Suara (TPS) di terminal-terminal, bandara maupun di atas kapal bagi nelayan yang berada di tengah laut pada saat pemilihan.
“Langkah lain, mungkin juga perlu menempatkan TPS di pabrik-pabrik atau perusahaan. Karena meski pada saat pencoblosan ditetapkan menjadi hari libur, tapi biasanya banyak karyawan yang tetap masuk kerja. Seperti misalnya wartawan, kan tetap harus bekerja,” ujar politisi Partai Demokrat itu.(gir/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.