Pemudik Jalur Udara Diprediksi Naik 11 Persen

SERANG, SNOL Pemudik angkutan udara pada Lebaran 2013 diprediksi mengalami peningkatan 11, 7 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, Opar Sohari, Minggu (7/7) mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan PT Angkasa Pura II, ada peningkatan pemudik angkutan udara yang cukup signifikan.
“Data pemudik angkutan udara tahun 2012 sebanyak 138.456 orang. Tahun 2013 ini diprediksi mengalami peningkatan 11,7 persen atau 154.655 orang,” kata Opar.
Dia menjelaskan, prediksi kenaikan jumlah pemudik pada angkutan Lebaran tahun ini berdasarkan perhitungan peningkatan pemudik tahun 2011 dari 2012. “Kalau tahun 2011 jumlah pemudik angkutan Lebaran sebanyak 136.436 orang,” imbuhnya.
Opar juga menegaskan bahwa musim mudik 2013 ini semua moda transoprtasi seperti angkutan jalan (bus), angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (SDP) dan Kereta Api, juga akan mengalami peningkatan jumlah.
Pada moda angkutan jalan, jumlah pemudik mengalami peningkatan sebesar 3,72 persen, angkutan SDP 1,76 persen dan kereta api naik 0,62 persen.
“Pemudik pada angkutan jalan 2103 diprediksi berjumlah 420.232 orang, tahun lalu hanya 405.160. Untuk Angkutan SDP tahun 2013 diprediksi mencapai 838.191, tahun lalu 823.694. Sedangkan pemudik angkutan kereta api, diprediksi sebanyak 99. 845 orang, tahun lalu 99.230,” ungkap Opar.
Tingginya kenaikan pemudik pada angkutan udara dibanding angkutan jalan, kereta api dan angkutan SDP, kata Opar, dikarenakan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah sangat baik.
“Kemampuan masyarakat menggunakan transportasi udara ini menunjukan ekonomi kita sangat baik. Di samping itu, mudik mengguna-kan pesawat udara terhindar dari kemacetan dan singkatnya jarak tempuh,” jelasnya.
Terpisah, Sekretaris Derah (Sekda) Banten, Muhadi menjelaskan, untuk melihat kesiapan angkutan lebaran tahun 2013, pihaknya bersam dengan tim dari sejumlah SKPD dan satuan kerja (Satker) dari Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan monitoring di jalur mudik.
“Rencananya sebelum puasa kami akan melihat sejauh mana sarana dan prasaran kesiapan jalan yang dilalui oleh pemudik. Tapi karena waktunya mepet dikoordinasikan dengan pihak -pihak terkait maka diundur pada minggu pertama atau kedua bulan puasa,” katanya.
Monitorng kesiapan jalan ini katanya, dilakukan guna mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. “Kami akan lihat jalan-jalan yang dilalui pemudik sudah baik atau belum. Termasuk rambu-rambu lalulintas dan penerangan jalan umum,” pungkasnya. (k-14/rus/ igo/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.