Janjikan Terminal II Bandara Bebas Taksi Gelap & Calo

BANDARA,SNOL Pengelola Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta berjanji dalam waktu dekat akan membasmi praktik taksi gelap dan calon tiket yang seringkali berkeliaran di sekitar area keberangkatan dan kedatangan.

Langkah itu ditempuh demi menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa bandara, terlebih memasuki bulan suci Ramadhan.
“Program kami kedepan adalah mampu meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa bandara dengan cara menghilangkan praktik calo tiket dan taksi gelap. Apalagi, sudah memasuki bulan puasa dan Lebaran, trafik penumpang yang keluar masuk bandara juga akan meningkat. Oleh karena itu, demi menjaga kenyamanan hal tersebut perlu segera kami lakukan. Targetnya Ramadhan Terminal 2 sudah terbebas dari taksi gelap dan calo tiket,” tegas General Manager Terminal 2 Saiful Bahri, Selasa (9/7).
Namun, Saiful juga tak menampik, jika hingga detik ini masih saja ada praktik percaloan dan taksi gelap yang berkeliaran di Terminal 2.
“Program ini memang belum 100 persen. Tapi kami berani menjamin, jika sejak diberlakukannya peraturan ini, taksi gelap dilarang mengangkut penumpang di area kanopi. Sejak satu bulan lalu, praktik tersebut sudah jauh berkurang. Bahkan, sudah hampir 90 persen area bandara Terminal 2 bebas taksi gelap. Begitu juga dengan calo. Ya paling hanya tinggal nol koma sekian persen yang masih berani melakukan kenakalan tersebut,” tegasnya.
Namun begitu, pihaknya tidak serta merta menghapuskan praktik tersebut dengan tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Pasalnya, para penyedia layanan taksi gelap tetap diberikan ruang di tempat tunggu khusus, yaitu di parkiran ujung Terminal 2D. Sehingga tidak menggangu pejalanan penumpang lainnya.
“Kalau bicara hal ini memang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, silahkan mereka mencari nafkah, asalkan tidak menggangu para penumpang. Itu kata kuncinya. Makanya kami juga sudah menyediakan tempat lain bagi para penyedia taksi gelap,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 200 taksi gelap yang seringkali berkeliaran di Terminal 2 Bandara Soetta. “Langkah progresif ini perlu kami tempuh. Mengingat akan ada momen besar, yaitu Ramadhan dan Lebaran,” jelas Saiful,” pungkasnya. (kiki/made

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.