Pesta Miras di Pamulang, Empat Tewas

PAMULANG, SN Empat pemuda tewas akibat keracunan usai menenggak minuman beralkohol di sebuah warung di Jalan Benda 8, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.
Empat orang lainnya masih dirawat intensif di Puskesmas Pondok Benda. Keempat korban tewas adalah Ferry (30), Rusly (37), Haryono (35), ketiganya warga Parakan, Benda Baru, Pamulang. Sedangkan satu korban lagi adalah warga Maruga, Kecamatan Pamulang yang belum diketahui identitasnya.
Bambang (39), salah seorang korban yang selamat dari keracunan mengatakan, kejadian bermula saat dia bersama tujuh orang temannya tengah bersantai di sebuah warung di Jalan Benda 8 pada Minggu (7/7) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, tiba-tiba ada seorang teman mereka yang memesan miras bermerek mansion sebanyak 8 sampai 9 botol berukuran kecil. Kemudian mereka minum secara bersama di warung tersebut.
Namun, Bambang yang pernah meminum miras jenis tersebut merasa curiga dengan aroma, suhu, dan rasa miras yang dipesan oleh temannya itu.
“Aromanya beda lebih tajam, suhunya juga lebih dingin. Di botol juga tidak tertera tanggal kadaluarsanya,” kata pria yang masih terbaring lemah dan sesekali muntah akibat reaksi alkohol di Rumah Sakit Ashobirin, Pondok Jagung, Serpong Utara, Selasa (9/7).
Saat asyik menenggak minuman keras bersama rekan-rekannya itu, Bambang mendengar kabar bila seorang temannya yang bernama Ferry meninggal dunia akibat menenggak miras merek dan dari tempat yang sama di sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (6/7).
Sontak saja, kabar meninggalnya Ferry membuat Bambang dan rekan-rekannya menjadi ketakutan akan bernasib sama. Meski demikian, usai pesta miras, mereka pulang ke rumah masing-masing.
Benar saja. Pada Senin (8/7), seorang teman yang ikut dalam pesta miras itu bernama Rusly (37) tewas dengan gejala yang sama seperti Ferry. “Katanya mereka merasakan dada yang panas dan berdebar, perut perih. Sama yang seperti saat ini saya rasakan juga,” jelas warga warga Parakan, RT 2/9, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel ini.
Barulah pada Selasa (9/7), Bambang serta empat orang temannya yakni, Indra (30), Erwin (30), dan Haryono (35), bersamaan dibawa ke Puskesmas Pondok Benda untuk mendapat perawatan intensif di puskesmas tersebut.
“Saya juga dengar kabar, orang Maruga ada yang tewas jam 12 siang ini (kemarin,red) karena menenggak mansion dari warung itu, katanya karyawan pabrik mie instan,” kata Bambang.
Bambang mengaku miras yang dibeli seorang temannya itu didapatkannya dari sebuah warung di Jalan Maruga, tepatnya di belakang sekolah Waskito, Ciputat, Kota Tangsel.
Seorang petugas Puskesmas Pondok Benda, Nia Kania mengatakan, keempat korban keracunan miras itu langsung mendapat penanganan pertama dengan cara diinfus.
“Mereka datang dengan keluhan mual, muntah. Dugaan sementara karena pengakuan pasien juga habis minum, dokter mendiagnosis karena overdosis alkohol, bukan keracunan,” jelasnya.
Menurut Nia, karena pasien atas nama Haryono sudah mengalami sakit yang teramat parah pada kepala dan perutnya, puskesmas merujuk Haryono ke RSU Kota Tangsel.
Di lain pihak, Rianto (33), sepupu Haryono mengatakan, korban sempat dibawa ke RSU namun kamar penuh. Akhirnya keluarga pun membawa Haryono ke Rumah Sakit Asshobirin Serpong. “Pas diinfus langsung seger, dia masih bisa diajak ngobrol oleh keluarga dan teman-temannya. Namun pada pukul 4 sore, tangan Haryono mulai dingin, pucat lagi, akhirnya jam setengah lima sore, dia meninggal,” kata Rianto.
Rianto mengaku, sepupunya ini sudah mengalami gejala tidak beres seperti kedua korban tewas lainnya sejak Selasa (9/7) dini hari. Yakni kepala yang sakit seperti dihantam benda keras, serta dada yang terasa panas. Perutnya juga mual dan seperti ingin memuntahkan sesuatu. “Namun saat pagi hari, sepupu saya itu malah muntah darah,” tukasnya.
Melihat kondisi yang sudah parah, Rianto dan keluarga membawa Haryono ke Puskesmas Pondok Benda untuk penanganan pertama hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Asshobirin.
Rencananya, jenazah Haryono akan disemayamkan di rumah kakaknya di Jalan Benda Pamulang, kemudian setelah tarawih, akan diterbangkan ke kampung halaman, Solo Jawa Tengah untuk dikebumikan. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.