Biar Hakim Putuskan Keterlibatan Rudy Tanoe dan Fadillah Supari

F-Ratna_Dewi_Umar-RMOL JPNNJAKARTA,SNOL Terdakwa korupsi pengadaan alat kesehatan dan reagen consumable flu burung, Ratna Dewi Umar, tak mau berbicara banyak mengenai dugaan keterlibatan eks Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari.

Dan juga dan pemilik PT Prasasti Utama, Bambang Rudy Tanoesudibjo dalam perkara yang menjerat dirinya. Bekas Dirjen Pelayanan Medik Kemenkes itu menyerahkan semua keputusan mengenai keduanya kepada hakim.
“Ya biar hakim yang memutuskan,” kata Ratna di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/7).
Bagaimana sepak terjang kakak kandung Cawapres Hanura, Hary Tanoesudibjo dalam perkara ini, Ratna mengaku tak mengetahuinya. Begitu pula mengenai mengapa keduanya tak kunjung ditetapkan menjadi tersangka, padahal dalam perkara ini Ratna dan Rudy disebut melakukan korupsi secara bersama-sama.
KPK sebelumnya menyatakan terus mendalami dugaan keterlibatan Kakak Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoesudibjo dan Siti Fadilah pada kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dan reagen consumable flu burung tahun anggaran 2006 dan 2007. Untuk menjerat keduanya itu, KPK akan memperkuat dengan putusan majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Dalam surat dakwaan Ratna Dewi Umar disebutkan, pada akhir 2005, Siti Fadillah Supari dan pemilik PT Prasasti Utama Bambang Rudy Tanoesudibjo sempat bertemu membahas proyek pengadaan alkes flu burung. Menurut jaksa, usai pertemuan itu, Siti memerintahkan Ratna supaya pekerjaan proyek pengadaan alkes flu burung 2006 itu diberikan kepada Rudy Tanoe. Dalam dakwaan, jaksa pun merumuskan Siti, Rudy dan Ratna sebagai orang yang bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. (dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.