KPK Pastikan Emir Moeis Bukan Tersangka Terakhir

JAKARTA,SNOL Ketua Komisi XI DPR Izedrik Emir Moeis dipastikan bukan tersangka terakhir kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Tarahan, Lampung.
Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi, masih mengembangkan kasus ini dan tidak akan berhenti pada penetapan dan penahanan politisi PDI Perjuangan itu saja.
“Kasus ini masih dikembangkan, belum berhenti pada titik IEM (Izedrik Emir Moeis) ini sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Kamis (11/7).
Dia menegaskan, sebaiknya menunggu saja sejauh mana perkembangan dan kemana arah pengembangan kasus ini.
Dia membantah lamanya pemeriksaan dan penahanan dari waktu penetapan anakbuah Megawati Soekarnoputri  sebagai tersangka karena KPK kekurangan bukti.
“Seseorang ditetapkan jadi tersangka itu ada dua alat bukti yang cukup. Bukan berarti tidak cukup, tapi harus dilengkapi dulu berkasnya,” ujar dia.
Menurut Johan,  Emir Moeis disangka menerima hadiah atau janji terkait proyek PLTU Tarahan.
Emir disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 atau pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Emir Moeis ditahan di Rumah Tahanan POM DAM Guntur, Jakarta Selatan. Dia ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana selama lima jam. “Penahanan untuk 20 hari ke depan,” ujar Johan.
Emir langsung mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Namun rompi itu hanya dipakai setengahnya di sisi kiri. Dia bungkam saat wartawan mencecar sejumlah pertanyaan kepadanya. Tampak mobil tahanan KPK membawa Emir keluar gedung.
Anggota DPR RI periode 1999-2004 dan 2004-2009 fraksi PDIP itu diduga menerima hadiah atau janji berupa uang senilai USD 300 ribu, terkait dengan proyek pembangunan itu.
Emir Moeis dijerat dengan Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 atau Pasal 12 b Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001. (boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.