KPU Kota Tangerang: Arief Bisa Ganti Pasangan

TANGERANG, SNOL Setelah tahapan penetapan pasangan bakal calon walikota/ wakil walikota Tangerang usai dilakukan, mulai hari ini empat pasang balon mengikuti tes kesehatan di RSUD Tangerang.
Tahapan pemeriksaan kesehatan ini dijadwakan akan berlangsung dari 14-20 Juli mendatang.  Kemarin (14/7), tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang menggelar pertemuan dengan empat pasang balon tersebut di kantor KPU.
Disepakati hari ini Senin (15/7) pemeriksaan akan diawali oleh pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar Zulkarnaen pada pukul 06.30 WIB. Sesi kedua akan menyusul pasangan Deddy “Miing” Gumelar-Suratno Abubakar pada pukul 07.30 WIB.
Adapun hari kedua, Selasa (16/7) akan diikuti oleh pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad pada pukul 06.30 WIB, lalu pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin pada pukul 07.30 WIB. Pada pertemuan kemarin, kecuali Sachrudin, seluruh pasangan calon datang ke kantor KPU.
Bagaimana dengan bakal calon wakil walikota, Sachrudin yang saat ini tengah sakit? Menjawab pertanyaan ini, Ketua KPU Kota Tangerang, Syafril Elain menegaskan calon bakal walikota Arief Wismansyah boleh mengganti pasangannya jika Sachrudin belum juga membaik kondisinya sampai 20 Juli.
Menurut Syafril, hal itu diperbolehkan berdasarkan aturan. “Boleh kalau memang Pak Arief mau mengganti wakilnya asalkan sebelum penetapan pasangan calon, dan yang pasti ada keterangan yang menyatakan bahwa kondisi Sachrudin dinyatakan berhalangan secara tetap,” jelasnya.
Aturan mengenai hal itu ada pada Peraturan KPU (PKPU) No. 99/2012 pada pasal 99 ayat 1 dan 2. “Tapi waktunya cuma tiga hari,” terangnya.
Terpisah, Manajer Kampanye Tim Arief-Sachrudin, Dasep Sediana menjelaskan, pihaknya masih tetap berharap Sachrudin bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum tanggal 20 Juli ini.
“Kami tetap berdoa yang terbaik buat Pak Sachrudin agar segera sembuh dan bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Ketika ditanya kondisi Sachrudin, Dasep menegaskan bahwa kondisinya makin membaik. Hanya ketika ditanya membaiknya seperti apa dia tidak bisa menyebut spesifik. “Ya, kalau itu yang tahu persis pastinya dokter,” terang Ketua KONI Kota Tangerang itu.
Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim juga menyatakan bahwa sesuai Pasal 99 Peraturan KPU No.9/2012 memang membolehkan Arief mengganti pasangan calon.
“Memang boleh, tapi dengan syarat jika salah satu pasangan calon dinyatakan berhalangan tetap,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pada pertemuan kemarin, para perwakilan IDI Kota Tangerang menyampaikan bahwa pihaknya melibatkan tim terdiri dari 35 dokter, dimana 26 orang merupakan dokter spesialis.
Ketua IDI Kota Tangerang Dr. Djasarito menjelaskan, untuk satu kandidat akan diperiksa selama kurang lebih enam sampai tujuh jam. “Untuk rumah sakit yang ditunjuk minimal RS tipe B dan yang kami sepakati adalah RSUD Tangerang,” terang Djasarito kepada para kandidat. Setiap satu kandidat akan diperiksa selama enam sampai tujuh jam.
Sekretaris IDI Kota Tangerang yang juga Ketua Panitia pemeriksaan kesehatan, dr Yusuf Geovanny mengatakan, lantaran pemeriksaan kesehatan jatuh pada saat Ramadhan, maka besar kemungkinan para kandidat tidak akan berpuasa pada saat pemeriksaan kesehatan.
“Sembilan jam sebelum dilaksanakannya pemeriksaan kesehatan, kandidat harus berpuasa. Nah, setelah sejam sebelum dimulai pemeriksaan kesehatan dia harus minum dua gelas dan tidak boleh buang air kecil sampai pemeriksaan berlangsung. Itu artinya kandidat mau tidak mau hari itu harus tidak berpuasa Rama-dhan,” tegasnya. Ini katanya untuk memeriksa kadar gula puasa dan juga kolestrol kandidat yang bersangkutan.
Atas kondisi ini, HMZ sempat mengajukan usul. “Kalau untuk puasa, itu kan buat kami wajib. Bagaimana kalau dipindahkan, setelah berbuka puasa,” usul HMZ.
Menanggapi hal ini, Yusuf mengaku dapat memahami kondisi tersebut. “Kami tahu kondisinya memang seperti itu, tapi tidak memungkinkan kalau diselenggarakan pada malam hari,” terangnya.(made/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.