Hindari Politisasi, Masjid Al Azom Kurangi Kegiatan

TANGERANG, SNOL Masjid Raya Al Azom mengurangi kegiatan Ramadhan. Terutama yang berpotensi mengandung unsur kampanye. Misalnya pawai Ramadhan dan tarawih keliling yang rutin dilakukan Pemkot Tangerang.
Menurut pengurus harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asrofi H Yusuf, kegiatan tersebut memang sengaja ditiadakan untuk menetralisir suasana jelang masa kampanye.
“Ini tahun pertama kami tidak melakukan pawai Ramadhan . Tarling yang biasa dilakukan oleh Pemkot juga tidak ada. Karena untuk menghindari unsur kampanye itu. Sangat riskan di suasana seperti ini,” tegasnya, Senin (15/7).
Diakui Yusuf, kekhawatiran tersebut didasari pada ornamen yang seringkali digunakan sebagai pelengkap kegiatan tersebut. “Ya kalau pawai Ramadhan kan biasanya pakai mobil, jadi dikhawatirkan akan ada gambar calon walikota tertentu. Atau misalnya, saat kegiatan tarawih keliling berlangsung. Bisa saja ada unsur dakwah yang bermuatan kampanye. Jadi, untuk tahun ini masing-masing calon bisa melakukan kampanye di daerahnya sajalah,” ucapnya.
Selain kedua hal tersebut, Yusuf juga sengaja tak menghadirkan sejumlah ulama yang berasal dari luar Kota Tangerang. Salah satu pertimbangannya, karena masa kampanye ini.
“Sebenarnya banyak pertimbangan yang dilakukan soal mendatangkan ulama dari luar Tangerang. Soal estimasi waktu dan jarak, serta efektivitas para ulama. Kalau masih ada yang dari dalam, kenapa harus cari di luar? Apalagi masa kampanye begini, dikhawatirkan ada yang tidak mengerti kondisinya. Jadi memang sangat riskan,” katanya.
Meski demikian, katanya hal ini tak lantas mengurangi semarak Ramadhan yang terdapat di Masjid Al Azom. Sejumlah kegiatan kerohanian seperti it’tikaf dan tadarus Alquran juga terus digalakkan, guna menambah kualitas keimanan seorang muslim di bulan Ramadhan. Bazaar yang menjual aneka perlengkapan ibadah dan buku-buku bernafaskan Islami juga telah siap memanjakan para pengunjung masjid.
Sebelumnya MUI Kota Tangerang juga secara tegas melarang masjid dijadikan arena kampanye. Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edi Junaidi Nawawi menjelaskan, Ramadhan tahun ini erat sentuhannya dengan dinamika politik di Kota Tangerang, namun diingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan hal ini untuk menyinggung kandidat tertentu dalam ceramah keagamaan. “Ramadhan ini bukan Ramadhan politik,” ujar KH. Edi, Kamis (11/7) lalu.
Langkah ini juga didukung Panwaslu Kota Tangerang. Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang, M Agus Muslim menyatakan, akan mengawasi kegiatan kampanye terselubung atau curi start yang dikemas dalam kegiatan keagamaan saat bulan puasa ini. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.