Kubu Arief Minta Jadwal Ulang

TANGERANG,SNOL Tim pemenangan Arief-Sachrudin mengirim surat ke KPUKota Tangerang.  Isinya, permohonan agar jadwal pemeriksaan kesehatan Sachrudin dijadwal ulang lantaran kondisinya masih dalam tahap pemulihan.
“Alhamdulillah kondisi Pak Sachrudin semakin baik, sekarang sudah bisa berbicara normal. Maka kami dari tim akan meminta KPUmenjadwal ulang pemeriksaan kesehatan terhadap Sachrudin,” kata Manajer Kampanye Arief-Sachrudin, Dasep Sediana kepada wartawan kemarin sore.
Untuk memperkuat permohonan penangguhan pemeriksaan kesehatan itu, tim dokter yang menangani Sachrudin di RS Siloam juga akan melayangkan surat kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI ) Tangerang.
“Kalau untuk Pak Arief besok (hari ini) pasti datang. Tapi untuk Pak Sachrudin kita harapkan secepatnya, paling tidak sebelum tanggal 20 Juli ini,” harapnya.
Hari ini, dua kandidat yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan adalah pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad dan Arief Sachrudin. Abdul Syukur dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan mulai pukul 06.30 WIB, sedangkan Arief- Sachrudin pada pukul 07.30 WIB.
Diperiksa 7 Jam
Kemarin (15/7), dua pasangan calon mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pasangan tersebut adalah Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar Zulkarnaen serta pasangan Deddy ‘Miing’ Gumelar-Suratno Abubakar. Baik pasangan HMZ-Iskandar maupun Miing-Ratno, datang ke RSU sendiri-sendiri. Dari pasangan HMZ-Iskandar yang mendapat jadwal pada pukul 06.30 WIB, tiba pertama kali. Ketua DPC PPP Kota Tangerang hadir pada pukul 06.35 WIB.
Menyusul sekitar 15 menit kemudian atau pada pukul 06.50. Kedua pasangan ini disambut tim dokter pemeriksa. Setelah berbincang sejenak, pada pukul 07.00 keduanya memasuki ruangan pemeriksaan.
Adapun dari pasangan Miing- Ratno yang mendapat jadwal pukul 07.30, pelawak Bagito tersebut muncul lebih dulu di RSU pada pukul 07.00. Sambil menunggu pasangannya datang, Miing sempat ngobrol dengan tim dokter.
“Katanya datang harus jam 07.00, makanya saya datang jam 07.00. Eh malah dianya (Suratno) belum kelihatan,” celetuk Miing.
Dan tepat pada pukul 07.30 Suratno hadir. Sempat menyapa wartawan, tanpa basa-basi keduanya juga kemudian memasuki ruang pemeriksaan. Seperti pada Pilkada 2008 lalu, kali ini para kandidat diperiksa di Pavaliun Khusus Wijaya Kusuma RSUD Kabupaten Tangerang.
Pemeriksaan tes kesehatan berlangsung kurang lebih tujuh jam. Pada pukul 12.30 WIB, Miing muncul ke hadapan awak media. Saat disapa wartawan, dia mengaku baik-baik saja. “Selama ini saya normal-normal saja. Saya tidak punya penyakit akut, tidak pernah pingsan, tidak pernah dibedah, tidak punya penyakit menahun atau bawaan,” katanya menerangkan.
Miing mengatakan, dari 18 pemeriksaan, dia telah menjalani 15 pemeriksaan, dan hal tersebut berlangsung lancar. “Tadi sudah diperiksa umum, penyakit dalam, syaraf dan kejiwaan, tinggal tiga pemeriksaan lagi seperti rekam telinga. Saya sih merasa sehat, tapi hasilnya dokter yang menentukan,” katanya.
Sekitar satu jam kemudian pasangan HMZ-Iskandar juga menemui wartawan. HMZ juga mengaku dirinya tidak menemui kendala berarti dalam pemeriksaan kesehatan. “Sangat menyenangkan,” singkat HMZ bungah saat ditanya komentarnya mengenai jalannya tes kesehatan.
HMZ juga menerangkan dirinya tidak mempunyai riwayat penyakit serius. “Masih muda, jadi tetap sehat,” katanya.
Pun dengan Iskandar yang mengaku tidak terlalu menemui kendala berarti. “Semua lancar-lancar saja,” tegas anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang ini.
Ketua IDI Cabang Tangerang, dr. Djarasito mengatakan, pemeriksaan para bakal calon iniu dengan objektifitas yang sama. Dalam pemeriksaan memang para bakal calon diharuskan tidak puasa. “Hal itu sudah standar pemeriksaan. Jadi untuk pengambilan darah, 90 menit sebelumnya seseorang harus mengkonsumsi glukosa, bisa dari nasi. Supaya hasilnya bisa dilihat secara objektif,” katanya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan akan keluar dua hari kemudian atau sekitar tanggal 19-20 Juli. Hasil itu bersifat rahasia dan akan diserahkan ke KPU. “Nanti KPU yang mengumumkan hasilnya,” ujarnya.
Bagaimana jika ada bakal calon yang tidak bisa menghadiri pemeriksaan karena sakit? Djarasito mengatakan hal itu diserahkan kepada KPU. “Pada prinsipnya, kita melayani pemeriksaan bagi kandidat yang membawa surat pengantar dari KPU. Kalau mau periksa hari lain, silahkan lapor ke KPU,” tukasnya. (made/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.