Tuntutan Pilkades Ulang di Kabupaten Tangerang Meluas

LEGOK,SNOL Ratusan warga Desa Cirarab Kecamatan Legok mengepung kantor Camat setempat. Mereka mendirikan tenda demi dioenuhinya tuntutan agar Pemda mengulang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desanya.
Di lain tempat, puluhan warga Desa Talagasari dan Dukuh Kecamatan Cikupa kembali menggelar aksi di Kantor Bupati Tangerang. Tuntutan warga tiga desa ini minta Pilkades diulang, lantaran dinilai cacat hukum.
Pantauan wartawan ratusan warga yang juga pendukung calon Kades Doda Ramdon dari Desa Cirarab kembali menggelar aksi dengan mendemo kntor Kecamatan Legok. Aksi yang mayoritas kalangan ibu-ibu ini berlangsung sejak pukul 11.00 wib.
Aksi sempat memanas saat massa mencoba menerobos masuk ke kantor kecamatan, tapi dihalangi aparat kepolisian. Sekitar pukul 14.00 wib warga akhirnya membuat tenda.
Massa menuntut aparat kecamatan mengulang Pilkades Cirarab, serta menggugurkan pelantikan calon Kades terpilih yakni Imas Rayulatifah, lantaran diduga telah melakukan kecurangan dengan memasukkan warga yang bertempat tinggal di luar Desa Cirarab untuk mencoblos.
“Masyarakat tidak akan bubar sampai ada keputusan dari camat. Tuntutan kami minta Pilkades diulang,” kata Yulian koordinator aksi kepada wartawan.
Namun upaya massa untuk bertemu dengan pihak kecamatan tidak terwujud. Alhasil puluhan massa ini berencana menetap di kantor Kecamatan Legok, hingga pihak kecamatan menemui mereka dan memberi solusi atas tuntutannya.
“Saat ini masyarakat membuat tenda dan mengancam akan menginap di Kecamatan Legok, jika aspirasi kami tidak ditanggapi,” ancam Yulian.
Sebelumnya, Senin (1/7) warga Cirarab juga mendemo kantor kecamatan sekaligus memblokir Jalan Raya Legok. Warga menuntut keadilan, kejujuran dan perubahan di Desa Cirarab. ”Kami minta kemenangan calon Kades Imas dibatalkan,” kata Misjaya salahseorang warga pada saat itu.
Sementara, di Kantor Bupati Tangerang aksi warga Desa Dukuh dan Talagasari Kecamatan Cikupa berlangsung panas. Massa yang tiba sekitar pukul 10.30 wib sempat memburu panitia Pilkades dan anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dari dua desa tersebut. Setelah berte-mu dengan Asda 1 bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setda Kabupaten Tangerang dan pihak bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Kabupaten Tangerang.
Massa saat itu hendak meminta agar panitia memberikan keterangan kepada pengunjuk rasa. Hingga kemudian perwakilan dari masing-masing desa diminta berdialog dengan Pemdes. Dialog berlangsung tertutup, sejumlah panitia dan anggota BPD pun berhasil menghindari keja-ran massa.
“Kami tidak puas dengan hasil dialog hari ini (kemarin,red). Jawaban pak Asda dan bagian Pemdes tidak banyak berubah, masih seperti kemarin bersifat normatif. Hasil dialog Pemdes dengan panitia Pilkades dan BPD, seluruh proses Pilkades sudah berjalan dengan benar dan sesuai aturan. Padahal banyak dugaan pelanggaran,” kata Jayadi koordinator aksi warga Desa Talagasari.
Massa juga mengancam akan menyelesaikan masalah ini di tingkat desa dengan meminta penjelasan dari panitia dan BPD. “Kalau tidak selesai di tingkat Bupati Tangerang akan kami se-lesaikan ditingkat desa. Jangan salahkan kami kalau kami terprovokasi, karena sikap pemerintah yang sudah memprovokasi kami,” pungkasnya. Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Bagian Bina Pemdes Kabupaten Tangerang.
Sebelumnya, Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi warga Desa Dukuh dan Talagasari Menggugat, melakukan aksi unjukrasa di kantor Kecamatan Cikupa, Senin (15/7). Mereka menggugat hasil Pilkades. Warga menuntut pembatalan pelantikan calon Kepala Desa terpilih di dua desa tersebut serta mendesak Pilkades diulang, lantaran dinilai cacat hukum. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.