Kantor Desa Dirusak, Diduga Terkait Pilkades dan BLSM

CISOKA, SNOL Kantor Desa Carenang di Kampung Solear Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang dirusak warga. Sejumlah kursi dan meja dibakar, jendela, pintu dan kaca kantor rusak parah.

Aksi anarkisme ini diduga karena tidak meratanya pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyatakat (BLSM). Selain itu, aksi ini juga ditengarai berkaitan dengan hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) yang digelar serentak beberapa waktu lalu.
Ketua RT 24/7 Kampung Solear, Abdul Mukti mengatakan, aksi anarkisme massa yang terjadi berawal saat sekitar 100 orang mendatangi kantor desa pada  Kamis (18/7) pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 09.00, salah seorang dari massa mulai beringas dan merusak kantor desa dan fasilitasnya.
“Massa memecahkan kaca jendela dan pintu dengan batu dan kayu. Massa juga merusak rangka pintu dan jendela,” kata Abdul saat ditemui Satelit News di Mapolsek Cisoka kemarin.
Tidak puas, massa kemudian membakar sejumlah kursi dan meja serta dokumen desa di depan gerbang kantor desa. Sebuah mesin ketik desa juga ikut dirusak massa.
Saat aksi berlangsung, rombongan ibu-ibu datang ke kantor desa yang bermaksud untuk mengambil BLSM. Ibu-ibu itu mengaku tidak dapat BLSM dan dapat informasi ada pembagian BLSM di kantor desa. Namun yang ditemukan massa sedang merusak kantor desa, akhirnya dia pulang.
“Sepertinya ada yang menyebar undangan atau informasi palsu ke masyarakat terutama kaum ibu-ibu untuk mengambil BLSM di kantor desa. Sehingga seperti kesannya massa terus bertambah. Tapi setelah tahu ternyata tertipu, ibu-ibu pada pulang lagi,” papar Abdul didampingi warga dan tokoh masyarakat setempat.
Abdul mengungkapkan, sejauh ini belum diketahui persis penyebab aksi pengrusakan kantor desa ini. Namun informasi yang berkembang diduga aksi anarkisme ini berkaitan dengan tidak meratanya BLSM dan hasil Pilkades.
Kanit Jatanras Polres Kota Tangerang, Iptu Noor Mangantara mengatakan, keributan ini diduga akibat tidak meratanya BLSM dan hasil Pilkades. Guna kepastiannya, kasus ini masih ditangani oleh Polsek Cisoka. “Polres hanya mem-backup saja, kasus tetap ditangani Polsek. Semua laporan juga ke Polsek. Sementara ini masih proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.
Dijelaskan Iptu Noor, saat ini lokasi kejadian sudah diberi garis polisi. Sejumlah alat bukti seperti batu, bata, kayu, kaca, atap dan lainnya sudah diamankan ke Polsek. Termasuk sisa mebeler yang dibakar di depan kantor Desa Carenang. “Sejauh ini di Polsek masih pemeriksaan saksi. Dan akan ditangani lebih lanjut dan diproses hukum, seperti kejadian di Sepatan dan Kronjo,” tegasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Siswo Yuwono mengatakan, berkaca dari kasus kerusuhan di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur tidak semata-mata soal BLSM. Tetapi ada hubungannya dengan Pilkades.
“Kasus BLSM di Desa Gempol Sari bisa dikatakan ditunggangi oleh masalah Pilkades. Itu dilihat dari jangka waktu pelaksanaan Pilkades yang berdekatan dengan kekisruhan dan ada keterkaitan yang kuat. Nah kalau Carenang, bisa jadi sama seperti kasus di Gempol Sari, kepastiannya nanti setelah penyelidikan di Polsek,” pungkasnya. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.