Dua Warga Jadi Tersangka Perusak Kantor Desa

TIGARAKSA, SNOL Satreskrim Polresta Tangerang bergerak cepat mengungkap kasus pengrusakan Kantor Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
Jumat (19/7), polisi menangkap dua orang pelaku yang diduga menjadi otak aksi anarkis itu. “Kami sudah menangkap dua orang warga yang terlibat langsung dalam pengrusakan kantor desa. Penangkapannya berdasarkan laporan Lp/2787gK/ VII/2013/Sek Cisoka. Keduanya pun statusnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” ujar Kanit Jatanras Polres Kota Tangerang, Iptu Noor Mangantara.
Kedua pelaku berinisial MA (60) dan ES (28) adalah warga desa setempat. Polisi juga sudah mengantongi rekaman video kerusuhan Desa Carenang.
“Kasus ini masih akan terus didalami dan kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. Pelaku dikenakan persangkaan pasal 187 KUHP dan atau 170 KUHP dan atau 160 junto 55 KUHP tentang pembakaran, pengrusakan dan penghasutan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap Noor Mangantara.

Hasil pemeriksaan, dipastikan pemicu kerusuhan ini akibat pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat  (BLSM) yang tidak merata. “Sebelumnya warga mendapat informasi adanya pembagian kupon BLSM di kantor desa. Warga yang sudah mengantri lama, tidak kunjung mendapatkan BLSM. Hingga warga pun kesal. Sehingga warga berlaku anarkis dan merusak kantor desa. Jadi disebabkan BLSM, bukan Pilkades,” papar Noor Mangantara.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua plang kantor desa yang dirusak, kerangka sofa yang dibakar, 3 buah batu kali, pecahan kaca jendela, kursi plastik yang dibakar, pecahan genteng dan kerangka jendela yang dirusak.

Terpisah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, terkait kerusuhan BLSM di Desa Carenang pihaknya akan melakukan hubungan persuasif kepada masyarakat. Sebab distribusi BLSM tanpa campur tangan dari desa dan kecamatan. “Kami juga akan minta PT Pos mengevaluasi BLSM tersebut, bukan hanya mendistribusikan KPS semata. Kantor Pos juga kurang berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” tukasnya.

Pihaknya meminta warga tidak berlaku anarkis, lantaran kebijakan BLSM adalah pemerintah pusat dan distribusinya adalah kantor pos. “Kami minta aparat kepolisian menindak tegas pelaku pengrusakan kantor desa, karena anarkisme itu tidak dibenarkan,” imbuh Zaki.

Ditanya apakah Pemkab Tangerang sudah menerima surat edaran dari pemerintah pusat untuk membantu memberikan BLSM, terutama kepada warga yang belum mendapatkan BLSM? Menurutnya hal ini perlu pembahasan serius, mulai dari pendataan warga miskin yang belum mendapatkan BLSM serta ada tidaknya ketersediaan alokasi anggaran.

“Iya kami sudah dapat surat edarannya. Kami juga belum merumuskan apa langkah yang harus ditempuh terkait surat edaran tersebut, bahwa daerah harus mengcover BLSM warga yang belum mendapatkan BLSM. Itukan dananya belum tahu, semua dana bantuan sosial dan keagamaan sudah diposkan di APBD,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kantor Desa Carenang di Kampung Solear Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang dirusak warga, Kamis (18/7). Sejumlah kursi dan meja dibakar, jendela, pintu dan kaca kantor rusak parah. Aksi anarkisme ini diduga karena tidak meratanya pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyatakat (BLSM). Selain itu, aksi ini juga ditengarai berkaitan dengan hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) yang digelar serentak beberapa waktu lalu. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.