Ratusan Menara Tower di Tangsel Ilegal

CIPUTAT, SNOL Ratusan menara tower di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).
“Dari 384 tower di Tangsel hampir semuanya tidak memiliki IMB. Karena Kota Tangsel merupakan daerah pemekaran, otomatis IMB-nya sudah tidak berlaku lagi,” kata Taryono, Kabid Telekomunikasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel, Minggu (21/7).
Hal terzebut mengacu pada aturan mengenai IMB yang menyebutkan produk perizinan IMB Kabupaten Tangerang berjangka waktu. Artinya, jelas Taryono, bila terjadi pemekaran wilayah, maka secara otomatis perizinannya tidak berlaku lagi.

Dishubkominfo sudah berkali-kali meminta agar pemilik tower mengurus IMB-nya. Dan hingga kini dari 384 jumlah tower di Kota Tangsel baru 193 pemilik yang mengurus surat rekomendasi IMB.

Angka tersebut ditargetkan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. “Instandi yang mengurus IMB itu kewenangan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), kami hanya mengeluarkan surat rekomendasi sebagai satu syarat membuat IMB,” katanya.

Taryono mengaku pihaknya sudah meminta pengusaha agar segera mengurus IMB. Bahkan surat teguran pu telah dilayangkan, namun banyak yang tidak diindahkan. Sayangnya, Taryono enggan menginformasikan ada berapa pengusaha yang sudah ditindaknya. Dia berdalih hal itu tidak boleh diekspos ke publik. “Wah enggak bisa diinformasikan, ini rahasia, kita menghormati privasi pemilik tower,” katanya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel Surya Adhyaksa mengatakan, potensi retribusi dari tower cukup besar. Untuk itu dia meminta instansi terkait aktif agar persoalan ini bisa segera diselesaikan. “Ada beberapa instansi yang terlibat dalam menara tower, seperti BP2T untuk perizinan, Tata Kota untuk letak menara tower, hingga Dishubkominfo untuk pengaturannya. Ketiga instansi tersebut harus berperan aktif menyelesaikan persoalan itu,” ujarnya. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.