Jalur Mudik Banten Rawan Kecelakaan

SERANG, SNOL Jalur mudik lebaran pada ruas jalan nasional Merak-Serang-Jakarta sepanjang 107 kilometer rawan kecelakaan. Ruas jalan yang hanya dua arah, kerusakan di beberapa titik dan minimnya penerangan jalan umum menjadi faktor utama.
Kapolda Banten Brigjen Pol, Eddi Sumantri mengatakan hal itu saat menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah menghadapi lebaran 2013 ini di Pendopo Gubernur Banten di KP3B, Curug Kota Serang, Selasa (23/7).
“Kondisi itu sangat rawan kecelakaan pada pemudik yang melakukan perjalanan di malam hari. Sedangkan di siang hari rawan tabrakan karena ruas jalannya terlalu sempit,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, pihaknya siap mengerahkan 2.600 personil yang ditempatkan di ruas jalan tersebut. Termasuk di jalur mudik yang lain di wilayah hukum Polda Banten.
“Kami menempatkan personil pada H-7 hingga H+7 lebaran nanti. Kami menghimbau kepada pengendara untuk hati-hati melintasi ruas jalan itu, agar terhindar dari kecelakaan,” ujarnya.
Kapolres Pandeglang AKBP Anwar Sunarjo didampingi Wakapolres Kompol Adhe S, Kabag Ops Kompol Rahman Arif, dan Kasat Lantas AKP Busroni mengatakan, jumlah keseluruhan yang akan disiagakan untuk mengamankan jalur mudik dan jalur wisata di Pandeglang pada H-7 hingga H+7 lebaran sebanyak 816 personil.
“Anggota akan bertugas selama 24 jam. Kami juga sudah mempersiapkan 6 Pos PAM Ketupat 2013 di wilayah Pandeglang,” kata AKBP Anwar.
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dalam Rakor persiapan mudik lebaran itu mengatakan, pada tahun ini akan terjadi peningkatan arus mudik yang menggunakan kapal laut sebanyak 6 persen dari tahun 2012.
“Itu sesuai dengan keterangan yang disampaikan ASDP Merak. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak ASDP telah menambahkan empat kapalnya menjadi 42 kapal dengan lima dermaga yang siap untuk mengantarkan para pemudik untuk menyeberang,” kata Atut. (bagas/mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.