Alat Kelamin Sendiri Dipotong

MOJOKERTO,SNOL Tingkah pria satu ini benar-benar aneh.  Pria berinisial A ini nekat memotong alat kelaminnya sendiri, dan kini dirawat di RS Mojosari Kabupaten Mojokerto.
Kisah memilukan ini bermula pada Jumat (19/7). Entah apa sebabnya, malam itu A tiba-tiba mengurung diri. Diam-diam, dia mengeluarkan silet tajam yang baru dibeli. Sejurus kemudian, dia membuka sarungnya dan sling, penisnya putus dari peraduan.
Bukannya berteriak kesakitan, A justru menyempatkan diri ke belakang rumah membuang potongan penisnya itu. Setelah darah berlumuran membasahi sarungnya dan kian terasa perih, baru dia berteriak minta tolong.
Istri dan anaknya pun seketika datang menolong. Tak kuasa lihat kondisi sang suami, si istri lantas berteriak minta tolong hingga para tetangga berdatangan. Mereka lantas ramai-ramai mencari potongan penis yang dibuang dibelakang rumah. Tapi apes, penis itu tak dapat ditemukan. “Mungkin sudah dibawa lari binatang,” gurau salah satu warga.
Singkat cerita, A lantas dibawa ke RS Mojosari. Untuk menghentikan perdarahan, petugas medis lantas menjahit lukanya. Tak disangka, lubang ureternya ikut tertutup jahitan. Sehingga dia tak bisa kencing. Esoknya, dia baru dioperasi untuk dimasuki selang kecil sebagai jalan kencing.
“Kalau lukanya sudah sembuh, nanti selangnya bisa diambil dan dia kencing melalui bekas lubang selang itu,” kata dr Sugeng Mulyadi, spesialis urologi, yang menangani pasien. Sehingga kencingnya mirip perempuan namun lebih deras karena tanpa ada katup penghalang.
“Seandainya potongan penisnya ditemukan, kemungkinan masih bisa disambung,” tutur Sugeng. Namun itu pun harus dalam waktu singkat. Yakni semasa golden periode alias enam jam setelah terpotong.
“Kalau belum enam jam, pembuluh darah pada penis yang terpotong masih hidup. Sehingga tinggal mencari pembuluh pada bagian yang terpotong dan pada bagian pangkalnya untuk langsung disambung,” paparnya. Jika begitu, ada kemungkinan fungsi penisnya dapat kembali normal.
Sugeng curiga, si pasien sengaja membuang penisnya agar tak bisa disambung. “Sebab saat ditanya alasannya, dia bilang karena sudah bosan kenikmatan,” ujar Sugeng seraya geleng-geleng kepala. Normalnya pria 40 tahun, gairah seksualnya mestinya lagi tinggi-tingginya.
Karena sudah diniati, si pasien boleh jadi tak akan menyesali tindakannya. Penyesalan mendalam kemungkinan justru¬† dirasakan oleh sang istri yang usianya lebih muda. “Keterlaluan dok, masak saya tidak disisani sama sekali,” ucap Sugeng menirukan keluhan istri si pasien.
Selama karirnya sebagai dokter, Sugeng mengaku baru kali ini menemukan kasus penis terpotong hingga habis. “Kalau tidak sampai habis sering, kalau sampai habis baru ini. Dulu waktu pendidikan spesialis pernah menangani pasien yang penisnya digigit istrinya sampai kiwir-kiwir, tapi belum sampai putus,” jelasnya. (jif/nk/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.