Larang Main Petasan, Perwira Polisi Dikeroyok

CILEGON, SNOL Seorang perwira polisi berpangkat komisaris terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit, lantaran mengalami sejumlah luka di tubuhnya, akibat dikeroyok oleh satu keluarga.
Komisaris Polisi (Kompol) Andre Nabu, korban pengeroyokan saat ini menjalani perawatan intensif di RSKM Cilegon. Sementara Kepolisian Resort Cilegon telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini.
Kompol Andre Nabu yang menjabat sebagai Ketua RT 03 RW 06 dilingkungan Kompleks Pondok Cilegon Indah (PCI) Blok B, Rabu (24/7) awalnya menegur salah satu warganya, agar berhenti bermain petasan lantaran mengganggu warga lainnya yang sedang tidur.
Namun teguran itu ternyata membuat warga yang tinggal di Blok B Nomor 15, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon ini merasa tersinggung.
“Teguran ini tak digubris hingga menyulut emosi keluarga yang lain. Saat itu sudah jam 2 malam. Bersama sekuriti, korban mendatangi rumah pelaku. Nah disitulah terjadi cekcok mulut,” kata Kapolres Cilegon AKBP Defrian Donimando.
Pertengkaran pun kian menjadi, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan. Keributan malam itu sempat membangunkan wanita berinisial US, ibu dari ML yang berselisih dengan Andre Nabu. Menyaksikan keributan itu, US menghubungi AP, sopir keluarga US untuk meminta bantuan. Namun kedatangan AP ternyata membuat situasi semakin panas, hingga akhirnya terjadi perkelahian.
“Keadaan menjadi tak terkendali, karena AP tidak terima terhadap perlakuan korban. Hingga akhirnya terjadi pengeroyokan,” kata Kapolres.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah lebam, pelipis mata robek, mata lebam dan luka pada bagian tangan. “Kami telah mengamankan empat orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini,” ujarnya, serya menyebutkan keempatnya, antara lain US (47), AP (30), RD (25) dan ML (19).
Petugas Keamanan, Satria, membenarkan insiden tersebut yang dipicu oleh teguran Ketua RT terhadap warganya yang bermain peatasan. “Kejadiannya dini hari tadi. Ketika itu salah seorang warga ditegur saat membunyikan petasan. Dua orang penjaga rumah yang tidak saya ketahui namanya melakukan pemukulan, hingga Pak RT babak belur. Sebelumya sempat terlibat adu mulut dulu,” kata Satria.
Satria mengaku tak mengenal penjaga salah satu rumah mewah dilingkungannya itu, dengan dalih keluarga yang dikenalnya bernama Ice tersebut tertutup. “Karena orang kaya rumahnya pakai penjaga, setahu saya Bu Ice itu suaminya bekerja di Taiwan,” aku Satria.
Pihak keluarga US membantah telah melakukan pengeroyokan. Peristiwa terjadi, lantaran Andre Nabu menyerang terlebih dulu terhadap AP. Akibat serangan itu mereka melakukan pembelaan diri hingga terjadinya perkelahian.
“Keluarga kami tidak bermain petasan tapi langsung ditegur, sontak kami membela diri,” ujar pria yang meminta namanya tak disebutkan ini.(nal/adh/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.