Mantan Ajudan Gus Dur, Mega, dan SBY Bersaing Ketat

Logo Kapolri—– Bursa Calon Kapolri —–
JAKARTA,SNOL Masa pergantian Wakapolri yang makin dekat memunculkan berbagai spekulasi. Terlebih, hingga sepekan menjelang berakhirnya masa jabatan Komjen Nanan Soekarna, belum ada satu pun nama yang dimunculkan internal kepolisian. Posisi Wakapolri penting karena penunjukan Kapolri pada Agustus mendatang diyakini sama dengan naiknya Timur Pradopo.
Prediksi itu diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Sanusi Pane. Ditemui di Bareskrim Polri Rabu (24/7), Neta mengungkapkan, ada satu nama bintang dua yang sama kuat dengan para bintang tiga yang ada saat ini. Dia adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno.
Menurut Neta, skenario itu bakal dimulai dari pemilihan Wakapolri. Dia meramalkan, Kabaharkam Komjen Oegroseno akan ditunjuk mengisi jabatan Bhayangkara 2. “Begitu Oegroseno naik, posisinya akan diisi Putut,” ujar Neta. Otomatis, Putut bakal naik pangkat satu bintang dan akan ikut bersaing memperebutkan posisi Kapolri.
Jika skenario itu terjadi, sangat mungkin kursi Kapolri akan diperebutkan tiga mantan ajudan presiden plus satu kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Lalu, persaingan bakal mengerucut lagi karena Kepala BNN Anang Iskandar diprediksi sulit bersaing dengan mantan-mantan orang dekat presiden.
Kabareskrim Komjen Sutarman adalah ajudan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur semasa menjadi presiden. Kemudian, Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri. Lalu, Putut merupakan mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Di antara ketiga mantan ajudan itu, dua orang merupakan calon terkuat, yakni Putut dan Budi,” lanjut penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi tersebut. Bila benar Putut menjadi Kapolri, skenario saat naiknya Timur Pradopo menjadi Kapolri bakal terulang.
Timur yang kala itu masih menjabat Kapolda Metro Jaya (bintang dua) langsung dipromosikan menjadi Kabaharkam. Dia menggantikan Komjen Iman Haryatna yang dipensiunkan sebulan lebih cepat. Belum sebulan mendapatkan pangkat bintang tiga, Timur ditunjuk menjadi Kapolri.
Sementara itu, sembilan calon Kapolri yang diusulkan Kompolnas mulai menjalani pemeriksaan harta kekayaan di KPK. Hasilnya, rata-rata calon tersebut memiliki rekening gendut. Namun, Kompolnas mem­bantah rekening gendut menjadi tolok ukur utama pencalonan.
Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan mengatakan, pihaknya hanya meminta masukan kepada KPK soal harta kekayaan para calon Kapolri. Hasil pemeriksaan tidak akan diserahkan ke Kompolnas, melainkan langsung ke presiden sebagai user yang akan menunjuk Kapolri.
Menurut Edi, pihaknya hanya memberikan saran dan pertimbangan. Terutama soal track record para calon. “Rekam jejak positif maupun negatif kami sampaikan semua,” ucapnya. (byu/ken/dim/c10/agm/jpnn)
Calon Pengganti Timur Pradopo :
1. Komjen Sutarman
Lahir: Sukoharjo, Jateng, 5 Oktober 1957
Alumnus: Akpol 1981 (sisa karir 2 tahun 2 bulan)
Jabatan saat ini: Kepala Bareskrim Polri
Jabatan lain:
Ajudan presiden RI (2000)
Kapolwiltabes Surabaya (2004)
Kapolda Kepri (2005), Jabar (2010), dan Metro Jaya (2010)
2. Komjen Anang Iskandar
Lahir: Mojokerto, Jatim, 18 Mei 1958
Alumnus: Akpol 1982 (sisa karir 2 tahun 10 bulan)
Jabatan saat ini: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)
Jabatan lain:
Kapolda Jambi (2011)
Kadivhumas Polri (2012)
Gubernur Akpol (2012)
3. Komjen Budi Gunawan
Lahir: 1959
Alumnus: Akpol 1983 (sisa karir empat tahun)
Jabatan saat ini: Kepala Lembaga Pendidikan Polri
Jabatan lain:
Ajudan presiden RI (2003-2006)
Kapolda Jambi (2008) dan Bali (2012)
Kadivpropam Polri (2010)
4. Irjen Putut Eko Bayuseno
Lahir: Tulungagung, Jatim, 28 Mei 1961
Alumnus: Akpol 1984 (sisa karir 5 tahun 10 bulan)
Jabatan saat ini: Kapolda Metro Jaya
Jabatan lain:
Ajudan presiden RI (2004)
Kapolda Banten (2011) dan Jabar (2011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.