Rano Karno Siap Blak-blakan Soal Isu Mundur

TANGERANG,SNOL Isu ketidakharmonisan Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Gubernur Banten Atut Chosiyah terus menggelinding. Sepulang dari Belanda, Rano siap mengklarifikasi isu yang merebak di masyarakat tersebut.
Rano Karno saat ini tengah berada di Belanda mendampingi tim marching band Banten berlaga di kejuaraan In-ternasional.
“Sekarang Pak Wagub belum mau bicara. Nanti aja tanggal 2 Agustus kita press conference. Saat ini pak Wakil Gubernur sedang kunjungan ke Kerkrade, sebuah kota kecil di Negara Belanda,” ucap Suty Karno, adik sekaligus Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Gubernur Banten Rano Karno kepada Satelit News, tadi malam.
Kesiapan Rano Karno mengungkap persoalan yang sebenarnya terjadi juga diamini Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ditemui usai mendampingi Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian Kereta Api Merak-Madiun di Stasiun Merak, Cilegon, Rabu (24/7), Atut mengaku kaget dengan pemberitaan terkait rencana mundurnya Wakil Gubernur Banten Rano Karno.
Kepada puluhan wartawan yang telah menunggunya di lobi ruang VVIP PT ASDP, Atut mengaku telah menghubungi Rano Karno terkait kabar yang merebak di media itu.
“Saya sudah menghubungi Pak Wakil Gubernur yang saat ini sedang menjalankan tugas di Belanda sebagai Wakil Gubernur Banten. Kata beliau tolong sampaikan ke media bahwa dirinya tidak pernah menyatakan hal itu. Beliau juga menegaskan akan melakukan konferensi pers setibanya dari Belanda nanti. Jadi silahkan teman-teman wartawan bertanya langsung ya,” kata Atut, kemarin.
Ketika ditanya soal hubungannya yang kurang harmonis dengan Rano, Atut juga membantahnya. “Saya sama Pak Wakil sedang semangat bekerja membangun Banten. Mana mungkin saya tidak harmonis, bagaimana mungkin saya bisa bekerja kalau dikatakan tidak harmonis,” kilahnya.
Gubernur wanita pertama itu juga menolak kabar bahwa dirinya tidak memberikan porsi kepada Rano Karno. Sebab kata dia, semua tugas sudah diatur oleh undang-undang. “Tugas dan wewenang itu ada aturannya, se-mua sudah jelas. Jadi kabar itu jelas tidak benar,” tandasnya.
Atut malah balik bertanya tentang siapa yang menyampaikan tentang kemunduran Rano itu ke media. “Ayo coba jawab, siapa yang berbicara soal rencana kemunduran itu, kan bukan Pak Wakil,” katanya dengan nada tanya.
Ketika disebut bahwa sumber itu bermula dari curhatan Rano Karno kepada koleganya di PDI Perjuangan Dedi Miing Gumelar, Atut juga kembali bertanya sedang ada rencana apa Miing saat ini. “Miing itu sekarang mau apa? Anda bisa menyimpulkannya sendiri,” kata Atut seraya tersenyum.
Soal tudingan bahwa dirinya takut Rano Karno akan menjadi gubernur setelah masa jabatannya habis, Atut juga membantah. “Loh, kenapa takut, kan yang memilih jutaan masyarakat Banten. Siapapun nanti yang maju dalam Pilgub Banten tidak perlu ditakuti, anda pun punya kok kesempatan untuk jadi calon gubernur. Jadi siapa saja boleh maju sebagai gubenur kalau memang terpilih. Tidak ada yang perlu ditakutkan,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rano Karno sempat menyampaikan keluhannya kepada Dedi Miing Gumelar. Dalam curhatan itu, Rano mengaku ingin mundur karena tidak mendapatkan porsi yang baik layaknya seorang wakil gubernur. Miing juga mengungkapkan bahwa Rano tidak bisa bergerak karena pemberitaan di media pun dibatasi oleh Atut.(jarkasih/rus/igo/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.