SMAN 2 Tangsel Dideadline 2 Minggu Kembalikan Pungutan

SETU,SNOL Setelah didesak banyak pihak, akhirnya Dinas Pendidikan Tangsel memerintahkan SMAN 2 agar mengembalikan pungutan sebesar Rp 5 juta. Dindik memberi batas waktu hingga dua minggu dimulai dari Rabu (24/7).
”Sudah kami perintahkan untuk mengembalikan uang tersebut kepada masing-masing orangtua murid,” kilah Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah, Rabu (24/7).
Menurutnya, pengembalian uang tersebut memang sudah seharusnya dilakukan oleh SMAN 2 Tangsel. ”Kami beri waktu sampai dua minggu kedepan untuk pengembalian uang itu, diharapkan semua orangtua sudah mendapatkan haknya kembali,” katanya.
Sementara untuk besaran uang yang harus dikembalikan, Mathodah menjelaskan sekolah harus mengembalikan uang dengan rincian pembiayaan investasi dan operasional sekolah. Sebab, iuran tersebut sebenarnya tidak perlu lagi dipinta sekolah karena sudah ditanggung oleh pemerintah.
Sedangkan untuk pembiayaan personal, seperti pembelian buku, seragam, komputer, sekolah masih boleh memungutnya. Sebab, uang tersebut akan digunakan kembali untuk keperluan belajar siswa.
”Hitungannya kan sudah tertera, baik orangtua siswa maupun sekolah juga sama-sama tahu,” ujarnya.
Kebijakan Dindik memerintahkan SMAN 2 untuk mengembalikan uang kepada orangtua siswanya disambut baik anggota DPRD.
”Ya bagus, berarti Dindik memperhatikan instruksi kami. Tinggal pengawasannya saja kedepannya,” ujar Elmansyur, Anggota DPRD Kota Tangsel.
SMAN 2 melanggar Perwal No.61 Tahun 2011, yang di dalamnya berisi untuk SMA negeri hanya boleh memungut iuran sebesar Rp 200 ribu. Di luar itu, SMA negeri tidak boleh memungut uang apapun.
Neng Nurhemah Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Tangsel, saat coba dihubungi, nomor teleponnya tidak aktif hingga Rabu (24/7) malam.
Seperti diberitakan, pungutan uang pangkal di sekolah negeri masih saja terjadi. SMAN 2 Tangsel diduga memungut uang Rp 5 juta per siswanya untuk biaya pembangunan. Tidak hanya itu, uang sebesar Rp 1,1 juta juga harus dibayar orangtua siswa agar anaknya bisa belajar di sekolah itu.(pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.