Sachrudin Adukan KPU Kota Tangerang ke Panwaslu

TANGERANG,SNOL Bakal Calon Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin melaporkan keputusan KPUmencoretnya dari Pemilukada Kota Tangerang kepada panitia pengawas pemilu (Panwaslu).
Laporan yang ditandatangani Sachrudin itu berisikan keputusan KPUyang tidak meloloskan pasangan Arief- Sachrudin sebagai pasangan calon dengan alasan tidak memenuhi syarat. Syarat yang dimaksud yakni belum ada surat keputusan pemberhentian dari jabatan pegawai negeri sipil dari Walikota Tangerang Wahidin Halim.
“Laporan masuk pukul 14. 00 WIB. Diantar dan ditandatangani Drs Sachrudin langsung,” ujar Agus Muslim, Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang kemarin.
Berdasar peraturan, Panwaslu memiliki waktu 7 hari untuk mengkaji dan menindaklanjuti laporan tersebut. Apabila Panwaslu membutuhkan waktu lebih banyak lagi, maka bisa diperpanjang tujuh hari.
Panwas akan melakukan kajian untuk menemukan unsur yang memenuhi laporan ditindaklanjuti. “Jika memenuhi unsur, kami akan menindaklanjuti dengan memeriksa saksi, melakukan klarifikasi dan sebagainya,” imbuhnya.
Kekecewaan mendalam atas tidak lolosnya pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin sebagai calon walikota/wakil walikota Tangerang 2013-2018 begitu dirasakan pengurus partai politik (parpol) pengusung. Untuk itu, mereka akan melayangkan somasi kepada KPU Kota Tangerang.
“Kami akan layangkan somasi, karena berdasarkan klarifikasi kita ke Kemendagri dan KPU RI Pak Sachrudin tidak perlu mendapatkan izin pengunduran diri dari atas,” kata Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Tangerang, Turidi Susanto, Kamis (25/7) saat menggelar konferensi pers di ruang media center KPU.
Turidi menambahkan, pihaknya juga menolak salinan berkas acara pleno penetapan yang disampaikan KPU ke pihaknya. Sebab itu, katanya merupakan keputusan sepihak. “Tanggal 13 Juli lalu, kita sudah menerima pemberitahuan bahwa pasangan Arief-Sachrudin sudah MS (memenuhi syarat),” jelasnya.
Tindak lanjut lainnya adalah pihaknya juga akan melaporkan KPU ke Bagian Pengawas KPU Kota. “Kami juga kecewa sekali dengan sikap WH yang tidak mau menandatangani surat pengunduran diri Sachrudin,” terangnya.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Cecep Alvian Kota Tangerang yang ditanya dengan sikap Wahidin Halim sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Banten namun tidak bersedia menandatangani kandidat yang diusung Partai Demokrat, menurut Cecep bahwa hal itu hal merupakan hal yang berbeda.
“Tolong dibedakan, WH tidak menandatangani hal itu, dalam kapasitasnya sebagai walikota terhadap bawahan. Sementara ini kita mengamankan keputusan DPP,” kata Cecep.
Namun begitu, Cecep menambahkan bahwa DPC Partai Demokrat Kota Tangerang mendukung sepenuhnya pencalonan Arief-Sachrudin.
Manajer Gerakan Dukung Arief (Garuda), Dasep Sediana mengatakan, pihaknya juga akan melaporkan KPU Kota Tangerang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Peraturan KPU No.9/2012 tidak mensyaratkan bahwa bakal kandidat yang berasal dari PNS harus mendapatkan surat izin pengunduran diri dari atasan,” terangnya. Terlebih terangnya, adalah hak setiap orang untuk dicalonkan dan mencalonkan diri dalam proses politik.
Terpisah, Ketua DPD Partai Gerindra Banten Budi Heryadi meyakini keputusan KPU Kota Tangerang yang tidak meloloskan pasangan Arief-Sachrudin dinilai bukan keputusan kolegial seluruh komisioner KPUD.
“Terlihat bahwa Ketua KPUD terlihat memaksakan diri. Buktinya kami tidak berhasil menemui komisioner lain dan hanya Ketua KPUD yang bisa ditemui hari ini padahal katanya keputusan ini dilakukan secara kolegial,” ungkap kata Budi.
Budi juga mengatakan bahwa klaim Ketua KPUD Kota Tangerang yang menyatakan sudah melakukan koordinasi dengan KPU pusat menyangkut persoalan administrasi, belum dilakukan.
“Hingga saat ini KPU pusat belum membalas surat yang dikirim KPUD tapi dengan terburu-buru KPU melakukan penetapan tanpa dasar,” ucapnya lagi.
Bahkan Budi menduga adanya indikasi Ketua KPU memiliki kepentingan di salah satu calon dengan keputusannya saat ini yang menolak pencalonan Arief-Sachrudin. “Kami minta agar KPU menunda pengocokan nomor urut yang diagendakan besok (hari ini). Dan kami akan terus melakukan upaya hingga pasangan Arief-Wismansyah sah menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang,” tegasnya.
Ketua KPU Kota Tangerang sendiri dalam konferensi pers untuk menempuh jalur hukum kepada pihak yang tidak bisa menerima hasil pleno KPU. “Silahkan tempuh jalur hukum. Adapun soal HAM, saya tidak ikut campur,” pungkasnya. (gatot/made/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.