Siti Sempat Tulis Status di Facebook di Hari Kematiannya

F-SITI HALIMAH-IRWAN R SATELITNEWSPONDOK AREN, SNOL Siti Halimah Tusa’diyah (21), mahasiswi Unpam semester IV jurusan Sekretaris tewas mengenaskan usai dibunuh dan dibuang di Sungai Cisadane.

Barang-barang berharga milik korban juga ikut raib digasak pelaku.  Kapolsek Pondok Aren, Kompol Hafidz Herlambang mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Polsek Rumpin, ditemukan luka lebam di muka korban.
“Ada luka lebam di wajah korban, seperti dipukul dengan benda tumpul. Tidak hanya itu, ada pula luka jeratan di lehernya,” ujar Kompol Hafidz kemarin (12/8).
Setelah tewas, diduga korban dimasukan ke dalam karung untuk menghilangkan jejak. Saat jasad korban ditemukan, seluruh barang berharga seperti jam tangan, handphone jenis Samsung, dan notebook bermerek HP, raib beserta tas jinjing berwarna merah muda yang dibawanya.
Untuk melacak pelaku, baik keluarga dan polisi, melacak akun facebook pribadi korban. Dan ditemukan adanya status terakhir di hari yang sama saat Siti berpamitan.
Satelit News pun sempat mengecek langsung status facebook terakhir Siti, yang berisikan korban tengah berada di atas getek saat melintasi aliran sungai yang deras pada pukul 16.37 WIB di hari yang sama.
“Sumpah baru kali ni gue naik getek, mana kalinya deres bgt lagi”. Begitu status korban di hari nahas itu.
Tidak hanya itu, dua jam sebelum Siti pamit izin pergi bersilahturahmi, dia pun membuat status kalau ada seseorang yang mencoba meng-hack akun facebooknya.
Uum umayah, ibunda korban mengatakan, kalau foto yang diunggah anak bungsunya itu merupakan baju yang dikenakan anaknya saat pergi. “Itu baju lebarannya, serba biru yang dia pakai saat Sholat Ied juga,” katanya.
Semasa hidup, Uum mengaku anaknya itu sangat periang, tidak pernah murung, dan selalu bergantian temannya berkunjung ke rumahnya. “Anaknya baik, temannya banyak,” tuturnya.
Siti Halimah Tusa’diyah ditemukan tewas mengenaskan di dalam karung di Sungai Rumpin, Bogor, Minggu (11/8) lalu. Diduga, korban merupakan korban perampokan dan pembunuhan karena sejumlah barang berharga miliknya raib.
Kamis (8/8) pagi, korban masih berkumpul dengan keluarga besar. Sore hingga tiga hari kemudian, keluarga sudah kehilangan korban. Anak ketiga dari tiga bersaudara itu pergi meninggalkan rumah Kamis (8/8) pukul 14.30.
“Dia izin pada saya mau ke rumah gurunya bersama teman-temannya, dan minta uang Rp 5.000 untuk ongkos,” ujar Uum.
Namun hingga malam hari, Siti tidak juga pulang. Uum bersama suaminya Jahari mulai panik, dan minta bantuan anak laki-lakinya, Marzuki dan Mardani, untuk bantu mencari. “Akhirnya Sabtu sekitar pukul 15.00 kami lapor ke Polsek Pondok Aren,” tutur Uum.
Dalam masa penantian itu, pihak kepolisian akhirnya menghubungi Muhamad, paman Siti, pada Minggu (11/8) pagi, untuk datang ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana Muhammad mengenali jasad sang keponakan.(pramitha/deddy/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.