Dianiaya, 3 Pekerja PTPN VIII Polisikan Adik Bupati Lebak

LEBAK SNOL Adik Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, yakni Sumantri Jayabaya diduga melakukan penganiayaan terhadap tiga pekerja PT Perkebunan Negara (PTPN ) VIII yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cileles.
Ketiga pekerja tersebut Puji Basuki (34), Asep Supriadi (35) dan Erwin Siahaan (37). Akibat penganiayaan ketiganya mengalami luka lebam di bagian muka dan punggung. Mereka menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ajidarmo, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Berdasarkan informasi dari ketiga korban, penganiayaan terjadi pada Minggu (18/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelumnya Sumantri Jayabaya menelepon Puji Basuki menanyakan di mana dia berada.
Setengah jam kemudian, rombongan kendaraan roda empat Sumantri Jayabaya sampai di depan pintu gerbang PTPN VIII.
“Tanpa pikir panjang, kami langsung menghampirinya. Tiba-tiba kami dipukul menggunakan tangan. Bahkan ada juga yang menggunakan balok kayu. Yang melakukan pemukulan pada saat itu berjumlah sekitar 15 orang termasuk pak Sumantri. Kejadian tersebut berlangsung sekitar 10 menit,” kata Puji di RSUD dr Ajidarmo Rangkasbitung, Senin (19/8).
Puas melakukan penganiayaan, rombongan Ketua Kadin Lebak ini meninggalkan PTPN VIII dengan mobil pribadinya masing-masing.
”Sebelum meninggalkan kami, Pak Sumatri sempat mengancam kami agar kami tak lapor Polisi dan wartawan,” ujar Asep Supriadi, korban lainnya menambahkan.
Meski mendapatkan ancaman, sekitar pukul 17.00 WIB ketiga korban kemudian melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Mapolsek Cileles. ”Kami juga di sarankan untuk divisum di RSUD,” jelasnya.
Kapolsek Cileles AKP Idat Satiya Mursid mengaku sudah menerima laporan tersebut. ”Saat ini kasusnya kami limpahkan ke Mapolres Lebak,” kata AKP Idat.
Disinggung motif pelaku melakukan penganiayaan, menurut AKP Idat itu diduga karena sakit hati yang bersangkutan (Sumantri Jayabaya) tidak mendapatkan tender di PTPN VIII. “Itu baru dugaan kami sementara. Lebih jelasnya bisa tanya pihak Polres Lebak,” pintanya.
Sumantri Jayabaya membantah ia dan anak buahnya melakukan penganiayaan ter-hadap tiga pekerja PTPN VIII. “Itu (penganiayaan-red) itu tidak ada. Cerita itu bohong. Cerita itu dibuat untuk memperkeruh suasana,” kilahnya.(ahmadi/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.