Adik Bupati Lebak Terancam Penjara 4,5 Tahun

LEBAK, SNOL Polres Lebak baru melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan adik Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Sumantri Jayabaya.
Sumantri Jayabaya dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap tiga orang pekerja PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII wilayah Kecamatan Cileles.
“Rencananya kita akan memanggil para saksi termasuk tiga orang korban besok (hari ini) di Mapolres,” kata Kapolres Lebak AKBP Mulia Nugraha saat ditemui wartawan di halaman Mapolres, Selasa (20/8).
Kapolres menyatakan, pihaknya baru mendapat limpahan kasus dugaan penganiayaan tiga pekerja PTPN VIII dari Polsek Cileles pada Selasa (20/8). “Insya Allah kita akan tuntaskan kasus ini dengan seadil-adilnya,” ujarnya.
Jika adik sang bupati beserta anak buahnya melakukan tindakan penganiayaan, mereka akan dikenakan Pasal 170 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang kekerasan yang dilakukan bersama-sama dengan ancaman hukuman minimal 4,5 tahun.
“Itu jika yang bersangkutan terbukti berdasarkan keterangan para saksi dan hasil visum dari pihak RSUD dr Ajidarmo, Rangkasbitung,” tegasnya.
Kapan pemeriksaan terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak tersebut, Kapolres Wiwin enggan berkomentar banyak.
“Pokoknya akan kita panggil setelah kita tuntas melakukan pemeriksaan semua saksi dan kita mendapat hasil visum,” imbuhnya.
Sumantri Jayabaya tetap membantah ia dan anak buahnya melakukan penganiayaan. Ia mengaku, hanya menampar satu orang pekerja pemenang tender proyek pene-bangan pohon kelapa sawit di PTPN VIII yakni salah satu kontraktor di PT Lucsoil Tangerang karena kesal.
“Bayangkan, bagaimana tidak kesalnya saya. Saya yang awalnya akan menang tender, malah orang lain yang dapat. Pada saat itu satu orang pekerja saya tampar, tapi tidak apa-apa, tidak luka dan tidak lebam. Saya harap kasus ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Khawatir kasus ini dijadikan motif politik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kilahnya. (ahmadi/ eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.