Setara Institute: KPK Wajib Periksa Jero Wacik

JAKARTA,SNOL Penyitaan 200 ribu dolar AS di brankas Sekjen Kementerian ESDM oleh KPK tidak bisa disikapi sederhana sebagaimana komentar Menteri ESDM Jero Wacik, bahwa uang tersebut dana operasional.
“Perlu diingat, rekening kementerian saat ini berbeda dengan di masa Orba, di mana kementerian bebas mengelola uang dan memiliki rekening. Kalau dianggap dana operasional, dana sebesar itu menuntut pertanggungjawaban administratif yang serius. Misalnya bukti tarikan dari bank, surat perintah pencairan dan peruntukannya, dan terikat pada akuntansi keuangan kementerian,” ujar Ketua Setara Institute, Hendardi, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (21/8).
Hendardi mempertanyakan keberadaan uang dolar yang tersimpan di brankas Sekjen ESDM itu. Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan, katanya, mesti menelusuri temuan ini.
“Petty cash sebuah kementerian tentu saja harus dalam bentuk rupiah karena ini kementerian RI. Buat apa uang dolar di brankas Sekjen? Kalau dollar itu juga untuk operasional, adakah bukti tukar valas dari bank atau money changer-nya,” kata Hendardi.
“Jika kementerian ESDM tidak bisa buktikan administrasi keuangan itu, maka indikasi bahwa dana itu adalah suap semakin besar,” sambung dia.
Hendardi menegaskan KPK wajib memeriksa Jero Wacik yang telah membela dengan membabi buta Sekjennya atas penemuan dolar tersebut. Apalagi KPK menduga dolar tersebut disita karena terkait suap Kepala SKK Migas non aktif Rudi Rubiandini dari Kernel Oil.(hen/dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.