Korban Penganiayaan Adik Bupati Lebak Mengadu ke Polda Banten

LEBAK,SNOL Polres Lebak telah memeriksa empat saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan adik Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Sumantri Jayabaya.
Dugaan penganiayaan dilakukan terhadap tiga pekerja PT Perkebunan Negara (PTPN) VIII di Bojong Datar Kecamatan Cileles Minggu (18/8) lalu.
Empat saksi yang sudah diperiksa terdiri dari satu orang warga sekitar yakni Agus Suryadi (35) dan tiga orang korban masing-masing Budi Basuki (34), Asep Supriadi (34) dan Erwin Siahaan (37).
“Total saksi yang baru kita periksa hingga saat ini (kemarin-red) baru empat orang. Satu orang pada Senin (19/8) lalu di Mapolsek Cileles dan tiga orang tadi pagi (kemarin-red) di ruang perawatan RSUD dr Ajidarmo Rangkasbitung,” kata Kasatreskrim Polres Lebak, AKP Wiwin Setiawan, Rabu (21/8).
Menurut Wiwin, para saksi itu membenarkan bahwa kasus penganiayaan benar terjadi. “Besok (hari ini-red) kita akan periksa juga saksi-saksi lain yang melihat atau mengetahui kronologis kejadian itu,” tukasnya.
Kapolres Lebak AKBP Mulia Nugraha menegaskan, pihaknya tidak akan gegabah dalam menangani kasus ini. “Setiap menangani kasus juga kita selalu berhati-hati. Yang terpenting sekarang masyarakat tidak perlu khawatir. Percayakan pada kami penanganan kasus ini,” pintanya.
Saat disinggung kemungkinan penetapan tersangka terhadap para pelaku penganiayaan termasuk Sumantri Jayabaya, Kapolres enggan berkomentar. “Kita tidak ingin terburu-buru. Pokoknya kalau bukti-buktinya sudah cukup tentu akan kita proses,” tegasnya.
Salah satu korban yakni Budi Basuki mengaku sudah menyiapkan pengacara dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. “Pengacara kami juga ingin agar kasus ini ditangani Polda Banten untuk menghindari-hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat ini di wilayah Kabupaten Lebak akan melakukan pesta demokrasi,” kata Budi.
Di hari yang sama, tiga korban penganiayaan tersebut mengadu ke Polda Banten. Pengaduan tersebut dilakukan sebagai upaya permohonan perlindungan terkait adanya intimidasi yang dilakukan kelompok pelaku.
“Kami datang ke Polda hanya memohon perlindungan hukum atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Sumantri Cs, karena pasca pelaporan banyak intimidasi yang diterima,” kata Erwin Siahaan di dampingi pengacaranya di Mapolda Banten.
Ketua Kadin Lebak Sumantri Jayabaya tetap membantah ia dan anak buahnya melakukan penganiayaan. Ia mengaku, hanya menampar satu orang pekerja pemenang tender proyek penebangan pohon kelapa sawit di PTPN VIII yakni salah satu kontraktor di PT Lucsoil Tangerang karena kesal.(ahmadi/bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.