Tangsel Tunggu Keputusan Pengadilan Soal Kadis Koperasi

SERPONG, SNOL Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih belum memutuskan untuk menonaktifkan Nurdin Marzuki sebagai Kadis Koperasi dan UKM. Nurdin ditahan Kejari Tigaraksa karena tersandung kasus korupsi.
Nurdin terlibat dalam kasus pengadaan alat uji KIR di Dishubkominfo senilai Rp 3,4 miliar tahun 2010 lalu.
“Kita akan nunggu penetapan resmi dari Kejari terkait kasus ini, jika sudah ada keputusan resmi maka akan ada sikap yang diambil Pemkot terkait pengnonaktifan atau sebagainya,” kata Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Dudung E. Diredja, selepas acara Rapat Pimpinan (Rapim) di Serpong, Selasa (27/8).
Dudung menjelaskan, sampai saat ini kegiatan di Dinas Koperasi dan UKM di Kota Tangsel berjalan sesuai dengan agenda kegiatan yang ada. “Kegiatan koperasi sesuai dengan rencana, dan Sekretaris Dinas (Sekdis) Malikuswari menjalankan kegiatan tersebut,” katanya.
Dia mengatakan, untuk memutuskan pengganti atau pejabat pelaksana (Plt) untuk Dinas Koperasi dan UKM tidak boleh terburu-buru. “Tidak boleh terburu-buru harus jelas keputusannya baru bisa bersikap,” ungkapnya.
Pengacara Nurdin Marzuki dari LBH Matahati, Syaiful Hidayat mengatakan kliennya dalam keadaan baik dan sehat. “Pak Nurdin baik, malah kelihatan bugar. Namun dia masih shock kenapa bisa ada di sini (Rutan Jambe), padahal dia tidak tahu apa-apa terkait kasus ini,” ungkapnya.
Kliennya masih belum percaya kalau bisa terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KIR senilai Rp 3,4 miliar tahun 2010. “Pak Nurdin masih belum bisa percaya kalau ada di dalam tahanan,” katanya.
Terkait dengan surat penangguhanan penahanan, Syaiful menjelaskan surat tersebut sudah dikirim sejak dua hari kliennya berada di tahanan, namun hingga saat ini belum ada jawaban resmi dari Kejari.
“Besok (Rabu-red) akan saya tanyakan, apakah sudah ada jawaban resmi terkait surat penangguhan yang diajukan oleh pihak keluarga ini,” jelasnya.
Ketua Barisan Muda Betawi, Aay Samudra saat menjenguk Nurdin Marzuki menceritakan, Nurdin Marzuki terlihat sehat. “Bang Nurdin sehat, tapi kami terharu melihatnya, dikarenakan abang banyak cerita ke kami kalau Pemkot terkesan tutup mata dengan kejadian yang menimpanya,” ungkap Aay sambil menceritakan Nurdin saat ditemuinya menggunakan rompi tahanan warna kuning, kaos warna abu-abu dan celana panjang hitam.
Berdasarkan pengakuan Nurdin Marzuki di dalam lapas, dia mengatakan, Pemkot Tangsel belum membantunya secara hukum.
“Pemkot belum memberikan bantuan hukum, tidak hanya itu terkesan ada diskriminatif dalam kasus ini, yang membuat Bang Nurdin harus menanggung masalah ini sendiri,” jelasnya. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.