Berkas Kasus Perbudakan Dinyatakan P21

Yuki Cs Diserahkan Kejari Tigaraksa
TIGARAKSA,SNOL Polres Kota Tangerang melimpahkan lima orang tahanan dan barang bukti kasus perbudakan di pabrik kuali Desa Lebak Wangi Keca­matan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa, Jumat (30/8).
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya men­gatakan berkas kasus perbudakan di Pabrik Kuali sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejari Ti­garaksa.
“Berkas tersangka dan barang bukti sudah dinyatakan lengkap, jadi tahanan kami serahkan ke Kejari Tigaraksa. Mereka yakni berinisial YI (41), TS (35), RJ (34), NN (25) dan SN (34),” kata Irfing saat gelar perkara.
Irfing menjelaskan, YI meru­pakan pemilik pabrik. Sedangkan TS, RJ, NN dan SN merupakan mandor pabrik. Sementara dua mandor lainnya yakni TO dan EI masih buron. “Dengan ini kasusnya masuk tahap dua dan akan diproses ke pengadilan oleh kejaksaan. Sedangkan ter­sangka buron belum diketahui keberadaannya,” jelasnya.
Kelima tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 333 KUHP ayat 1 dan pasal 351 ayat 1 KUHP dan pasal 372 KUHP dan pasal 2 ayat 2 UU RI Nomor 21/2007 tentang perdagangan orang dan pasal 88 UU RI No­mor 23/2002 tentang perlindun­gan anak dan pasal 24 ayat 1 UU RI Nomor 5/1984 tentang perin­dustrian.
“Ancaman hukumannya bera­gam, paling besar adalah tentang perlindungan anak yakni selama 15 tahun dan pasal 333 KUHP itu diatas 5 tahun penjara. Ini pasal berlapis jadi jelas masa tahanan akan lama,” ungkap Irfing.
Irfing menegaskan, pemerik­saan ini tergolong lama. Sebab para penyidik harus mencari dan meyakinkan kasus ini. Untuk me­lengkapi berkas, penyidik men­cari 32 buruh yang tersebar di Lampung, Cianjur dan Sukabu­mi. Sehingga seluruh keterangan berhasil dikumpulkan penyidik. Penyidikan dimulai dari April sesuai laporan smapai hari ini pas 120 hari.
Hasilnya juga diketahui bahwa jenis usaha YI adalah pengolahan limbah alumunium menjadi alu­munium balok. Kemudian dilebur menjadi kuali dan sudah beroperasi sejak lebih dari 15 tahun. Peralatan yang digunakan berupa 4 mesin bubut, tungku masak limbah, ga­yung panjang dan cetakan-cetakan.
“Modal usaha sebesar Rp1,1 miliar dengan keuntungan bulanan sebesar Rp100 juta, dengan jarin­gan penjualan Jakarta, Bogor, Kali­mantan dan Jawa Timur,” paparnya. Kini belasan panci beberapa ukuran dan barang buktinya juga ikut dil­impahkan ke kejaksaan.
Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Siswo Yu­wono menambahkan, terkait ok­num aparat berjumlah 4 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini masih dalam pemeriksaan.
“Soal 4 orang aparat yang diduga terlibat masih dalam pemeriksaan. Apakah dia terli­bat langsung atau cuma mem­bekingi, ini masih didalami dan dibutuhkan bukti,” pungkasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.