Adik Bupati Lebak Tersangka Penganiayaan

LEBAK, SNOL Adik Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Sumantri Jayabaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tiga orang pekerja PT Luck Soil Indonesia yang terjadi Minggu (18/8) lalu.
PT Luck Soil Indonesia adalah pemenang tender peremajaan kelapa sawit di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Kecamatan Cileles, Lebak. Ketiga karyawan tersebut yakni Budi Basuki (34), Asep Supriadi (35), dan Erwin Siahaan (37).
Sumantri dijerat pasal 170 KUHP tentang kekerasan dilakukan bersama-sama dengan ancaman minimal 4,5 tahun penjara. “Ya, yang bersangkutan (Sumantri,red) sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kanit 2 Reskrim Bidang Kriminal Umum (Krimum) Polres Lebak, Iptu Endang Sugiarta, Selasa (3/8).
Endang menyatakan, berdasarkan hasil visum, dan pemeriksaan terhadap lima saksi yang dilakukan sebelumnya, Sumantri terbukti melakukan penganiayaan terhadap tiga orang karyawan PT Luck Soil Indonesia tersebut.
“Senin (2/9) kemarin kita periksa Pak Sumantri dan temannya berinisial S (45) dari jam 10.00 hingga pukul 13.00 WIB, yang bersangkutan terbukti melakukan penganiayaan,” ujarnya.
Meski sudah menjadi tersangka, namun pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Sumantri dengan alasan yang bersangkutan kooperatif. “Lagipula Pak Sumantri berjanji tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” tukasnya.
Endang menambahkan, Kamis (5/9) besok, pihaknya akan kembali melakukan gelar perkara dengan memanggil lima orang saksi dari tiga korban dan dua warga.
“Kita juga masih menunggu kedatangan saksi kunci yakni Sugito (karyawan PT Luck Soil Indonesia-red) karena ia melihat kronologis kejadian. Kalau keterangan Pak Sumantri diperlukan, tentu yang bersangkutan akan kita panggil lagi,” tegasnya.
Akibat kasus dugaan penganiayaan tersebut, ketiga korban memilih pulang ke keluarganya di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan kasusnya bermula dari persoalan tender pekerjaan tersebut.
Sebelumnya, Sumantri Jayabaya meminta persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan, karena ia khawatir dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Saya rasa persoalan ini terlalu dibesar-besarkan. Seandainya saya kencing sambil berdiri saja jika dilihat orang mungkin masuk berita heboh juga,” kilahnya. (ahmadi/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.