Cegah Mesum, Petugas Dibekali Sepeda dan Toa

SATGAS ANTI MESUM DI SITU GINTUNG››
Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kerap disalahgunakan pasangan muda-mudi untuk berbuat mesum. Kini, mereka harus berhadapan dengan 29 relawan Satgas Anti Mesum.
PRAMITA TRISTIAWATI, Ciputat
SEJUMLAH relawan anti mesum hilir mudik berpatroli menggunakan sepeda mengitari kawasan Situ Gintung. Pandangan mereka fokus tertuju pada sudut-sudut kawasan wisata andalan di Ciputat itu. Sesekali, dengan menggunakan alat pengeras suara (toa), mereka menghimbau kepada para pengunjung agar mematuhi ketenteraman dan ketertiban di lokasi wisata Situ Gintung.
Begitulah tugas sebanyak 29 relawan satgas pelestarian Situ Gintung yang telah dilantik oleh Camat Ciputat Timur, Salman Faris, Selasa (10/9). Kebanyakan para relawan itu merupakan warga setempat yang peduli dengan keberadaan Situ Gintung dan tidak mau sebutan tempat mesum yang sudah terlanjur menyemat terus di kawasan ini.
Wawan (40), salah seorang warga sekitar mengaku sukarela untuk menjadi anggota satgas pelestarian Situ Gintung. “Sukarela saja, kesal habisnya. Situ Gintung kalau malam berubah jadi tempat mesum,” katanya kepada Satelit News usai pelantikan kemarin.
Apalagi kalau sudah malam minggu, Wawan mengeluhkan, pasti banyak pasangan muda mudi yang mojok berpacaran. Lokasi Situ Gintung yang gelap dan sepi, membuat nyaman siapa saja yang berniat mesum.
Bahkan sang camat, Salman Faris, pernah memergoki pasangan muda mudi yang asik bermesraan. “Pernah saya pergoki sedang ‘kawin’. Akhirnya saya bersama petugas menggiring mereka ke kantor, panggil orangtuanya,” kata Camat Salman.
Belum lagi saat beberapa minggu lalu, Salman beserta SKPD terkait se-Kota Tangsel, menemukan ratusan kondom bekas di area Situ Gintung. “Berarti banyak muda-mudi yang asyik masyuk di sini. Warga sini juga sudah merasa gerah, makanya bersama pemerintah, sukarela bentuk satgas ini agar tak ada lagi terulang,” tuturnya.
Dengan bermodal sepeda dan pengeras suara untuk masing-masing anggota satgas, nantinya mereka akan melakukan patroli secara bergantian di setiap sudut Situ Gintung yang memiliki luas 6 km itu. Yakni menjaga ketertiban, kenyamanan, mencegah dari tindakan asusila dan kriminalitas, serta menjaga kebersihan danau buatan itu.
“Terutama pada malam minggu, mereka akan berpatroli dari jam 7 malam hingga 1 dini hari,” ujar Salman.
Tidak hanya itu, nantinya 4 portal atau pintu masuk Situ Gintung akan ditutup, pada pukul 20.00 dan baru buka kembali pukul 05.00 pagi. Sehingga, segala bentuk asusila atau mesum yang belakangan ini bebas dilakukan orang tak bertanggung jawab, tak akan terjadi lagi. Dan fungsi Situ Gintung sebagai area rekreasi keluarga dan taman kota, kembali bersih.
“Tidak hanya di sini, di Situ Bungur juga ada pembentukan satgasnya. Karena lokasinya kecil, maka hanya 5 petugas di sana,” katanya.
Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Sukanta mengatakan, pada awal bulan saja petugasnya berhasil menjaring 10 pasangan yang tengah bermesraan di area Situ Gintung. “Kita jaring, yang masih remaja kita panggil orangtuanya,” ujarnya.
Kalau yang sudah tua, ada pembinaan atau dikirim ke Pasar Rebo, Jakarta Timur. “Makanya dengan adanya satgas ini, kami sangat terbantu untuk memantau langsung,” tutur Sukanta.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta warga untuk tetap semangat mengawasi dan menindak bila masih ada pasangan mesum di Situ Gintung.
“Kalau pakai sepeda, nanti bisa langsung ngejarnya cepat ya. Pengeras suaranya juga dipakai, agar tak nya-man mereka di sini,” kata Airin.
Tidak hanya pembentukan satgas, Pemkot rencananya juga akan memasang 30 titik lampu di area tersebut pada akhir tahun ini. Menyusul 20 titik lain di anggaran murni 2014, sehingga area situ tidak akan gelap lagi. “Tetap semangat ya pak, kita jaga sama-sama situ ini,” tutupnya. (deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.