Kalah Lawan Austria, Pelatih Irlandia Langsung Dipecat

DUBLIN,SNOL Giovanni Trapattoni akhirnya harus hengkang dari kursi kepelatihan tim nasional Republik Irlandia.
Hal ini menyusul  dua kekalahan beruntun yang  dialami Irlandia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Eropa yang membuat harapan untuk melenggang ke partai puncak di Brazil nyaris tertutup. Kegagalan ini membuat Federasi Sepakbola Irlandia (FAI) memberhentikan Trapattoni dari kursi kepelatihan.
“Saya ingin berterimakasih kepada semua pihak di Irlandia yang telah memberi dukungan  yang sangat berarti bagi kami selama kami disni,’’ ujar Trapattoni dalam situs resmi FAI, Rabu (11/9).
Seperti diketahui pekan lalu Irlandia dipermalukan oleh Swedia yang bertamu ke Dublin dengan skor 1-2. Kemudian dalam laga dini hari tadi mereka kembali harus tumbang saat melawat ke markas Austria dengan kedudukan akhir 1-0.
Dengan hasil ini, Irlandia kini terpuruk di posisi empat klasemen sementara Grup C dengan 11 angka. Mereka tertinggal oleh Jerman di puncak klasemen dengan 22 poin, Swedia di tempat kedua dengan 17 poin, serta Austria di urutan ketiga dengan 14 poin. Melihat komposisi distribusi raihan poin di grup ini sangat kecil kemungkinan bagi Irlandia untuk melaju ke parta puncak di Brazil mengingat laga yang tersisa tinggal dua.
‘’Kami meninggalkan negeri ini dengan penuh emosi karena kami paham pendukung Irlandia layak mendapatkan  reputasi internasional yang baik dan kami sangat menghormatinya,’’ tambahnya.
Seperti diketahui  Mr. Trapp—julukan Trapattoni—mulai melatih Irlandia sejak 2008 lalu. Dimana saat Piala Dunia 2010 lalu mereka nyaris saja melenggang ke Afrika Selatan. Namun sayang langkah mereka dihentikan oleh tim kuat Prancis pada laga Play-off. Pada Euro 2012 mereka berhasil melangkah ke putaran final meski akhirnya terhenti di fase grup.
Kini menyusul kegagalan ini bukan hanya pria 74 tahun tersebut yang hengkang dari Irlandia. Namun asisten pelatih Marco Tardelli juga ikut dilepas.
‘’Tahapan Piala Dunia kali ini sangat mengecewakan tapi Geovanni meninggalkan kita dengan pemain-pemain muda yang baik yang dapat menjadi pondasi dari skuad yang dapat digunakan pelatih baru untuk kejuaraan Eropa 2016 mendatang di Prancis,’’ujar Chief Executive FAI, John Delaney. (zul/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.