Calhaj Waspadai Virus Corona

Gubernur Lepas Kloter Pertama Banten
SERPONG, SNOL Para calon jamaah haji (Calhaj) asal Provinsi Banten di­minta untuk mewas­padai virus corona selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Penyakit yang diakibatkan virus ini menyerang sistem pernafasan sehingga menyebabkan penderita mengalami batuk berat, demam dan kesulitan bernafas. Men­gantisipasinya, Calhaj disarankan untuk se­lalu menggunakan masker selama ibadah.
“Gunakan masker saat keluar penginapan. Kalau perlu saat tidur juga, jaga kesehatan dengan banyak makan buah dan sayur,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Id­ing Mujtahidin di sela sambutan pelepasan jamaah haji kloter per­tama Provinsi Banten, di Lapan­gan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (11/9).
Tidak hanya itu, dia pun mengan­jurkan agar para jamaah tak lengah dalam setiap menjalani ibadah. Se­hingga bisa pulang dengan selamat dan menjadi haji mambrur.
Terkait kesehatan para jamaah haji, Kepala Wilayah Kemente­rian Agama Kota Tangsel Agus Salim mengaku pihaknya mengi­kutsertakan dokter serta perawat di tiap kloternya. “Tim dokter dan perawat kami ikut sertakan untuk menjaga para jamaah, seh­ingga mereka bisa nyaman berib­adah di Tanah Suci,” katanya.
Meski adanya pengurangan klot­er atau jumlah jamaah, Agus menja­min jarak penginapan para jamaah Indonesia di Tanah Suci tidaklah jauh. Terdekat hanya berjarak 200 meter dari Masjidil Haram, dan ter­jauh sekitar 2 kilometer.
Sementara itu, Gubernur Ban­ten Ratu Atut Chosiyah melepas kloter pertama jamaah haji asal Banten, yanki sebanyak 455 warga Kota Tangsel yang akan menunaikan ibadah hajinya ke Tanah Suci. Sebagai simbolis, Atut pun memberikan bendera merah putih dan bendera Kota Tangsel kepada dua orang per­wakilan jamaah.
Dalam sambutannya, Atut menjelaskan terdapat 1.692 ja­maah calon haji asal Banten yang gagal berangkat pada tahun ini. “Gagalnya berangkat karena pengurangan kuota oleh pemer­intah Arab Saudi,” katanya.
Dijelaskannya, Provinsi Ban­ten pada tahun ini mendapat kuota sebanyak 8.541 jamaah, karena adanya renovasi maka Pemerintah Arab Saudi men­gurangi kuota di setiap daerah termasuk Provinsi Banten. Se­hingga, kuota yang diperoleh Provinsi Banten pada tahun 2013 yakni menjadi 6.849 jamaah atau berkurang 1.692 jamaah. Meski demikian, calon jamaah yang gagal berangkat pada tahun ini, akan menjadi prioritas keberang­katan tahun depan.
“Kami meminta maaf kepada jamaah yang tidak bisa berangkat tahun ini, karena memang adan­ya pembatasan kuota dari pemer­intah Arab Saudi. Namun, tahun depan akan jadi prioritas kami,” tuturnya. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.