Rencana Pemindahan Tiang Listrik Belum Serius

Sebulan 3 Kali Kecelakaan di Jalan Raya Puspiptek
SETU,SNOL Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) seperti tidak serius menyikapi keberadaan tiang serta kabel listrik dan telkom di tengah badan Jalan Raya Puspiptek Kecamatan Setu. Komunikasi dan koordinasi antara Pemkot, PLN dan telkom terkait rencana pemindahan tiang dan kabel ternyata baru sebatas obrolan dan hingga kini belum ada kejelasan.
”Dari tahun 2012 kami sudah mencoba berkoordinasi dengan PT PLN dan PT Telkom terkait pemindahan tiang listrik dan telkom tersebut,” kata Aries Kurniawan, Kepala Bidang Binamarga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, Kamis (12/9).
Saat itu, pihak PLN hanya mengutarakan secara lisan untuk membongkar, namun untuk kapan atau waktunya, belum ada obrolan lebih lanjut. Mengingat Jalan Raya Puspitek merupakan jalan Provinsi Banten, Aries mengaku sudah berkoordinasi terkait belum dipindahkannya tiang listrik dan telkom tersebut. Bahkan, pihaknya pernah diberitahukan antara Bina Marga dan PLN sudah berkoordinasi mengenai rencana pemindahan tersebut.
”Kami sifatnya hanya menunggu. Jujur saja, ini mengganggu konsep jalan raya yang sudah dirancang Pemkot Tangerang Selatan sebelumnya, yakni tidak adanya tiang listrik di jalan utama Tangsel,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Pos Polisi Setu Polsek Cisauk, Aiptu R Isti mengatakan, setidaknya dalam satu bulan terakhir terjadi 2 hingga 3 kali kecelakaan lalulintas akibat keberadaan tiang listrik dan telkom di tengah badan jalan raya serta melintangnya beberapa kabel di tengah jalan. ”Kejadian 2 sampai 3 kali kecelakaan dalam satu bulan. Penyebabnya, karena tidak mawasnya pengedara terhadap adanya tiang listrik, kabel, dan jalan yang rusak,” ungkapnya.
Terlebih jika malam hari, kepolisian banyak mendapat laporan bila ada pengendara baru yang belum mengenal wilayah Jalan Raya Puspitek tersebut, beberapa kali sering celaka. Penyebabnya, selain karena tiang listrik dan telkom, banyaknya kabel yang melintang di jalan juga menjadi pemicunya.
”Memang tak ada aliran listriknya, tapi itu membuat para pengendara tidak konsentrasi,” katanya.
Ditambah jalan disana masih banyak yang rusak dan dalam perbaikan, bila tak mawas diri, ancamannya nyawa melayang. Banyaknya kecelakaan yang memakan korban ini sebenarnya sudah disampaikan kepada Pemkot Tangsel. ”Sifatnya hanya himbauan saja, agar segera diselesaikan. Jika tak demikian, khawatir angka kecelakaan bertambah tiap bulannya,” tuturnya.
Seperti telah diberitakan, ruas jalan raya utama di wilayah Kota Tangerang Selatan, masih berantakan. Belasan tiang listrik dan telpon masih berdiri di tengah badan jalan raya hingga kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas.
Pantauan wartawan di Jalan raya Puspiptek Kecamatan Setu, tampak belasan tiang listrik dan telpon masih berdiri di tengah badan jalan raya, tepatnya mulai dari depan kantor Walikota dan DPRD Tangsel hingga sebelum Polsek Cisauk. Sejumlah kabel listrik dan telpon bergelantungan sangat rendah, bahkan diantaranya ada yang berserakan di aspal jalan.
Jalan yang sudah diperbaiki baru satu jalur, sedangkan jalur sebaliknya hingga kini belum tampak adanya perbaikan. Kondisi ini membuat jalan utama tersebut menjadi tampak berantakan dan semrawut. Bahkan, di ruas jalan tersebut sudah seringkali terjadi kecelakaan lalulintas. Tak terkecuali sejumlah pejabat setempat yang kendaraannya nyaris menabrak tiang listrik. Ironisnya, sudah hampir setahun kondisi itu berjalan, belum ada juga tindakan dari Pemkot Tangsel maupun Pemprov Banten serta pihak PLN dan telkom untuk membenahinya. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.