Kereta Hantam Avanza, 9 Kritis

CILEGON, SNOL  Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kota Cilegon kembali menelan korban. Minggu (15/9), KA Krakatau Ekspres yang melaju kencang dari arah Merak menuju Jakarta menghantam sebuah mobil dan sepeda motor di Lingkungan Kubang Sepat, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Sembilan penumpang mobil yang merupakan satu keluarga serta pengen­dara motor kritis. Mereka langsung dilarikan Ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) untuk mendapatkan perawatan.
Mobil Avanza bernomor polisi A 1443 FD itu ringsek setelah terseret kereta hampir 10 meter. Mobil pun lalu terpental menghantam rumah warga yang tak jauh dari bantaran rel kereta.
Mobil yang terpental itu menghantam sepeda motor dan pengendaranya. Sontak diapun menjadi korban. Menurut saksi mata, Sunarto, kereta Krakatau Ekspress melaju kencang dari arah Merak menuju Jakarta. Kereta langsung menabrak ken­daraan yang melintasi di lintasan tanpa plang pintu itu.
Menurut saksi lainnya, Avanza yang dikemudikan Ferdy itu ten­gah dalam perjalanan dari arah Waduk Krenceng menuju ka­wasan wisata Pantai Anyar. “Mo­bil itu jalan pelan-pelan, kita su­dah teriakan ada kereta api yang akan melintas, namun sopirnya tidak mendengar. Mobil lang­sung ditabrak kereta Krakatau Ekspres dari arah Merak menuju Jakarta,” ujar Sunarto.
Karena dihantam kereta, lan­jutnya, mobil itu terpental dan menghatam rumah warga. “Mo­bilnya mental ke rumah warga setelah sebelumnya terseret. Penumpang mobil teriak minta tolong, saya bersama warga yang lainya langsung memberi­kan pertolongan dan membawa mereka RSKM,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan Sa­din. Motor dengan Nopol A 2221 VO dan pengendaranya yang juga menjadi korban, sedang diparkir. “Motor yang sedang parkir itu juga terpental kena mobil Avanza yang ditabrak kereta api,” ungkapnya.
Dia menambahkan, rumah warga yang hancur itu milik Aminah. Kondisi bagian depan rumah rusak parah. Ka SPK Pol­res Cilegon, Ipda Margi menga­takan, peristiwa tersebut masih dalam pemeriksaan. “Mobil Avanza kita evakuasi menggu­nakan mobil derek milik Polres Cilegon. Kasus ditangani Unit Laka Lantas,” teranya.
Korban yang kritis dan dirawat di RSKM antara lain Ferdy (sopir Avanza), Hendra, Heni, Fara, Diah, Septi, Suci, Ine, dan Hani. Semuanya merupakan warga lingkungan Kubang Lesung, Ke­lurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.
Untuk diketahui, Undang-Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2007 tentang Perlin­tasan, pasal 91, 92, 93 dan 94, menyiratkan bahwa pemasangan palang pintu perlintasan kereta api merupakan tugas pemerintah daerah. Undang-undang tersebut bahkan mengatur tentang periz­inan perlintasan yang ada di tiap daerah. (nal/igo/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.