Kerja Lembur Malah Menyehatkan

SNOL. Selama ini yang kita tahu kerja lembur atau durasi kerja yang berlebihan dapat membuat pekerja mudah jatuh sakit dan terkena stres akut. Tapi baru-baru ini sebuah studi malah mengklaim kesehatan pekerja akan semakin membaik jika jam kerjanya ditambah.
Menurut peneliti, orang-orang yang jam kerjanya pendek justru dilaporkan lebih sering mengalami stres dibanding rekan kerjanya yang bekerja lebih lama. Studi ini sendiri terinspirasi dari kebijakan baru di Korea Selatan, di mana setiap orang dilarang bekerja di hari Sabtu. Selain itu jam kerja mingguan resmi di semua perusahaan dikurangi dari 44 jam hingga tinggal 40 jam.
Kebijakan ini sengaja diberlakukan pemerintah untuk meningkatkan standar hidup pekerja, mendorong kemajuan industri pariwisata di Korea serta mengurangi efek negatif dari jam kerja yang terlalu panjang, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan kecelakaan kerja.
Kemudian setelah mengamati tingkat kebahagiaan sejumlah individu berikut keluarganya dengan jam kerja yang berbeda-beda, peneliti pun menemukan bahwa para ibu dan istri yang bekerja umumnya lebih puas dengan perubahan kebijakan ini dibandingkan para suami dan ayah.
“Hal ini karena para wanita menghadapi lebih banyak pertentangan peran dalam pekerjaan maupun keluarga, terutama pada masyarakat tradisional Korea. Mereka juga mempunyai jam lembur yang panjang,” kata peneliti, Dr Robert Rudolf seperti dilansir laman     .
Kendati para pekerja, khususnya wanita, merasa bersyukur karena jam kerja mingguan mereka dikurangi sebanyak empat jam, nyatanya kondisi ini tidaklah memberikan dampak yang signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kepuasan hidup si pekerja.
“Hal ini karena berkurangnya jam kerja biasanya dibarengi dengan peningkatan intensitas pekerjaan yang diatur oleh atasan. Atau ada juga sejumlah perusahaan yang cenderung memberikan hari libur lebih sedikit dari perusahaan lainnya,” kata Rudolf. (fny/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.