Pejabat Tertidur Saat Paripurna di DPR Kota Tangerang

TANGERANG, SNOL Rapat paripurna penyampaian Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Penyampaian RAPBD Perubahan diwarnai sikap memilukan sekaligus para pejabat Kota Tangerang.
Sejumlah pejabat tertidur saat saat mengikuti paripurna yang juga sekaligus hari pertama Arief R Wismansyah sebagai Plt Walikota Tangerang, Senin (16/9).
Berdasarkan pantauan wartawan, pejabat itu tertidur saat rapat baru digelar selama kurang lebih 10 menit. Para pejabat yang tertidur tersebut antara lain pejabat di Dinas Tenaga Kerja berinisial AS, pejabat Dinas Sosial ER, pejabat Infokom SR, pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Krs, pejabat Dinas Pemadam Kebakaran, DI dan pejabat di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Hbl.
Para pejabat ini duduk di deretan kursi paling belakang di barisan SKPD. Sejuknya ruangan paripurna akibat paparan AC rupanya tak mampu membuat mereka menahan kantuk. Tak cuma para pejabat itu, sejumlah PNS yang berada di ‘fraksi’ lain juga terlihat lelap.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Herry Rumawatine mengaku sangat menyesalkan sikap sejumlah pejabat tersebut. Namun dirinya mengaku tidak begitu jelas melihat kejadian tersebut, karena ketika itu fokus pada materi yang disampaikan Pemkot tentang APBD-P.
“Saya sangat prihatin mendengarnya. Sikap itu tidak pantas diperlihatkan oleh seorang pejabat,” ujar Herry.
Menurutnya, seharusnya para pejabat tersebut mendengarkan apa yang disampaikan dalam rapat, karena itu menyangkut kepentingan rakyat. “Saya akan sampaikan hal ini langsung ke Pelaksana tugas (Plt) Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, untuk menegur SKPD yang bersangkutan,” tegasnya.
Selain memalukan kata Herry, sikap tersebut menunjukkan ketidakseriusan para pejabat tersebut dalam membahas persoalan rakyat. “Saya minta ini tidak terjadi lagi. Karena bukan hanya mereka (pejabat-red) yang malu, tapi Pemkot Tangerang dan juga saya selaku pimpinan rapat. Ini rapat terbuka, bagaimana tanggapan publik jika melihat pejabat, yang notabene digaji dari uang rakyat, tapi tidak serius saat membahas persoalan rakyat,” tandasnya.
Pemkot mengajukan kenaikan anggaran sebesar Rp 183,54 miliar menjadi Rp 3,19 triliun. Sedangkan untuk APBD murni 2013, alokasi anggaran yang telah disetujui sebesar Rp 3,009 triliun.(kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.