Awas, Calo CPNS Gentayangan di Tangsel

SETU, SNOL Menjelang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) beredar informasi adanya dugaan oknum DPRD berperan sebagai calo.

Oknum tersebut menjanjikan akan meloloskan peserta tes menjadi CPNS dengan syarat menyetorkan sejumlah uang.
Besarannya pun bervariasi, mulai puluhan juta hingga ratusan juta. Tidak sedikit dari pegawai honorer yang termasuk dalam kategori II telah mengucurkan dana puluhan juta sebagai uang muka atau DP.
Seorang anggota DPRD Kota Tangsel yang meminta namanya tidak dicantumkan membenarkan informasi tersebut. Meski tahu informasi itu, ia tidak bisa berbuat banyak dengan alasan masalah percaloan ini selalu mengatasnamakan kepentingan partai politik.
Hal senada juga diutarakan anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku aksi percaloan tersebut melibatkan dua partai di Kota Tangsel. Namun, lagi-lagi karena berkaitan dengan sistem yang tertutup rapat aksi percaloan ini dilakukan beberapa kalangan DPRD itu.
”Saya mah enggak ikutan, cuma saya tahu isu itu. Percaloan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir,” katanya, saat ditemui di kantor DPRD Kota Tangsel, kemarin.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Syihabuddin Hasyim membantah adanya aliran dana percaloan PNS yang masuk ke kalangan DPRD. Menurut politisi Partai Golkar ini isu tersebut sudah lama berhembus dan kebenarannya sulit untuk diungkapkan.
“Namanya isu, pasti ada saja. Kami akan cari kebenarannya. Kalau ada yang punya data malah lebih bagus sebagai pem-benaran,” jawabnya.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Firdaus meminta peserta tes CPNS tidak mempercayai oknum tertentu yang menjanjikan bisa meloloskan seseorang menjadi PNS dengan terlebih dahulu harus membayar sejumlah.
Ia meminta peserta untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian. Firdaus menjamin penerimaan tes CPNS tahun ini bebas dari suap-menyuap. Ini lantaran pengawasannya dilakukan oleh pusat.
Bahkan berbagai lembaga anti korupsi seperti Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi tim independen yang mengawasi jalannya pelaksanaan tes CPNS. “Kecil kemungkinan tes CPNS tahun ini dimanipulasi,” katanya.
Ia bahkan meminta masyarakat juga mengawasi tes CPNS, serta melaporkan bila terjadi kecurangan selama penerimaan CPNS 2013.
Tahun ini Pemkot Tangsel mendapat jatah 100 orang. Rinciannya, 55 orang untuk tenaga pendidik, 35 orang untuk tenaga kesehatan, dan 10 orang untuk tenaga teknis. Pemkot sudah mengumumkan penerimaan CPNS, baik melalui media cetak, maupun melalui situs BKPP.(irm/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.