PAD Kota Naik Rp 89 Miliar

TANGERANG, SNOL Perencanaan dan penganggaran pembangunan didasari pada pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program-program pembangunan atau berbasis kinerja. Penyusunan anggaran pun sejalan dengan apa yang telah tertuang dalam dokumen perencanaan baik RPJMD, Renstra, RKPD dan Renja SKPD sehingga output maupun outcome-nya diharapkan akan seiring sejalan dengan apa yang tertuang dalam perencanaan maupun penganggarannya.

Hal itu disampaikan Plt. Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Dalam Rangka Penyampaian Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD Perubahan TA 2013 dan Tiga (3) Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), di Ruang Rapat DPRD, Rabu (18/09).
Lebih lanjut Arief memaparkan dengan manajemen perencanaan maupun pengelolaan keuangan yang terkonsep dengan baik, tentunya akan berdampak pada hasil yang baik pula. “Kalau semua dilaksanakan sesuai panduan maupun aturan, hasil baik pasti akan diraih,” paparnya.
Seperti halnya pada capaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang yang semula Rp. 563,10 miliar menjadi Rp. 652,05 miliar atau Rp 89 miliar. Dimana peningkatan itu bersumber dari pajak, retribusi, hasil pengelolaan keuangan serta PAD yang sah lainnya dengan mempertimbangkan rencana pencapaian target dari potensi yang ada.
Menurut Arief hal tersebut tak lepas dari upaya serta kinerja yang dilakukan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) khususnya SKPD terkait di lingkungan Pemkot Tangerang serta DPRD Kota Tangerang yang saling bersinergi satu sama lain untuk memberikan persembahan terbaik bagi masyarakat Kota Tangerang. Menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi terkait tentang RDTR dan Peraturan Zonasi Bagian Wilayah Perkotaan Tangerang, Batuceper dan Benda Tahun 2013-2033, Arief menjelaskan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan RDTR merupakan payung hukum untuk pengendalian dan mengarahkan pembangunan di Kota Tangerang dengan memanfaatkan wilayah secara berbudaya dan berkelanjutan. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.