Pemkot Akan Beli Dolly dan Jarak

Rencana Penutupan Lokalisasi
SAWAHAN,SNOL Rencana Pemkot Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak semakin matang. Dalam waktu dekat, pemkot akan membeli lahan di dua tempat prostitusi tersebut. Dengan langkah itu, diperkirakan tahun depan penutupan Dolly dan Jarak berjalan lancar.
Rencana pembelian lahan itu diungkapkan Camat Sawahan Muslich Hariadi Jumat (20/9). Pemkot akan mengucurkan dana untuk membeli lahan di tempat prostitusi tersebut. Namun, sebelum membeli lahan tersebut, pemkot menyosialisasikannya lebih dahulu kepada pemilik wisma. “Kami akan panggil pemilik wisma terlebih dahulu untuk mendengar tanggapan mereka,” ujarnya.
Sosialisasi dilakukan bertahap. Dalam satu gelombang, ada 10 pemilik wisma yang dipanggil. Muslich menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi gelombang pertama dengan memanggil 10 pemilik wisma di Dolly RW 12. “Sayang, hanya lima orang yang datang,” tuturnya.
Lima pemilik wisma yang tidak datang beralasan tidak tahu letak Kantor Kecamatan Sawahan. Sebab, Kantor Kecamatan Sawahan di Jalan Raya Dukuh Kupang sedang direnovasi. Untuk sementara, kantor kecamatan pindah ke penginapan di perumahan Dukuh Kupang Timur.
Sementara itu, di antara lima orang yang mengikuti sosialisasi, ternyata tidak semua pemilik wisma. Hanya satu orang pemilik wisma. Tiga orang lainnya merupakan pengelola wisma, sedangkan satu orang lagi merupakan adik kandung pemilik wisma. Dengan demikian, mereka tidak memiliki kewenangan untuk menyetujui rencana pembelian wisma tersebut. “Namun, mereka berjanji menyampaikan kepada pemilik wisma,” jelasnya.
Satu orang pemilik wisma mendukung langkah pemkot tersebut. Muslich mengatakan, si pemilik wisma bersedia melepas lahan miliknya. Sebab, bisnis haram yang dia kelola akhir-akhir ini sepi peminat. Pelanggan Dolly dan Jarak juga sudah berkurang. ”Mungkin mereka sadar akan bahaya kesehatan yang ditanggung,” lanjutnya.
Meski begitu, Muslich belum tahu anggaran yang disiapkan untuk membeli total 321 wisma di Dolly dan Jarak tersebut. Harganya tidak jauh dari perkiraan nilai jual objek pajak (NJOP). Harga tanah berkisar Rp 1 juta-Rp 2 juta, sedangkan bangunan Rp 1 juta per meter persegi.
memasak, dan salon. ”Saya akan jadwalkan pertemuan lagi,” ucapnya. Untuk PSK yang berjumlah 1.080 orang, lanjut Muslich, pemkot lewat dinsos berjanji memberikan pelatihan bagi PSK.(aph/c6/ai/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.