Ingin Mundur dari Menteri, Gita Dianggap Poles Diri

JAKARTA,SNOL Rencana Gita Wirjawan mundur dari jabatan Menteri Perdagangan patut dihargai jika benar bertujuan menghindari konflik kepentingan selama ia mengikuti konvensi calon presiden  Partai Demokrat.
Meski demikian, pernyataan Gita itu dinilai Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, tetap perlu dikritisi.
“Tapi masalahnya, publik belum tentu sepenuhnya percaya pada alasan Gita itu. Ada banyak pertanyaan yang menggelitik benak publik. Misal, kenapa baru sekarang dia ajukan pengunduran dirinya, sementara dia sudah ditetapkan sebagai peserta konvensi sejak 30 Agustus lalu?” ujar Said di Jakarta, Minggu (22/9).
Hal lain yang perlu dipertanyakan, lanjut Said, adalah pernyataan Gita bersedias mundur dari jabatan Mendag justru saat  pemerintah sedang menghadapi berbagai masalah komoditas pangan. Kareanya, wajar bila publik curiga dengan motif Gita mengaku bersedia mundur.
Said menduga sedikitnya ada dua kemungkinan motif tersembunyi di balik rencana Gita mundur dari jabatan menteri.  Pertama, karena mantan Kepala BKPM itu hendak membangun citra sebagai tokoh yang seolah-olah memiliki moral dan sikap terpuji untuk membangun tradisi mundur di kalangan pejabat dalam rangka menghindari konflik kepentingan ketika mengikuti suatu proses politik.
“Golnya dapat diperkirakan, yaitu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat dan memeroleh dukungan dari internal Partai Demokrat,” katanya.
Motif lainnya, sebut Said, karena Gita memang gagal menjalankan tugasnya sebagai Mendag. “Apabila selama mengikuti konvensi Gita terus digoyang isu kegagalannya sebagai Mendag, maka mundur menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Kalau sudah tidak menjabat, selesai urusan. Mungkin begitu logika yang terbangun dibenak Gita dan tim suksesnya,” ujarnya.
Jika dugaan itu benar, sambung Said, maka tipe figur seperti Gita tidak pantas menjadi calon pemimpin bangsa. “Karena untuk mengurus kementerian saja tidak sanggup, bagaimana mau jadi presiden,” pungkasnya.(gir/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.